TribunJabar/

Babah Kuya, Toko Jamu Berusia Ratusan Tahun

Babah Kuya merupakan toko jamu yang menyediakan obat-obatan untuk berbagai penyakit. Toko jamu ini telah berdiri lebih dari 250 tahun.

Babah Kuya, Toko Jamu Berusia Ratusan Tahun
TRIBUNJABAR.CO.ID/REZEQI HARDAM SAPUTRO
Iwan, pemilik Babah Kuya sedang melayani para pengunjung di Toko Babah Kuya, Jalan Pasar Selatan No. 33 Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Rezeqi Hardam Saputro

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Babah Kuya merupakan toko jamu yang menyediakan obat-obatan untuk berbagai penyakit.

Babah Kuya terletak di kawasan Pasar Baru, tepatnya di Jalan Pasar Selatan No. 33 Bandung.

Toko jamu ini telah berdiri lebih dari 250 tahun.

"Saya sendiri tidak tahu kapan tepatnya Babah Kuya berdiri, namun saya adalah generasi ke-4 yang menjalankan bisnis ini," ungkap Iwan, pemilik Toko Babah Kuya kepada wartawan Tribun Jabar di Toko Babah Kuya, Senin (19/6/2017).

Pria yang sudah berusia 85 tahun ini pun mengungkapkan bahan-bahan jamu yang ia jual tidak semuanya berasal dari Indonesia.

"Sebagian besar bahan jamu berasal dari Indonesia, namun ada beberapa yang didapatkan dari Cina dan India," ujar Iwan.

Iwan mengaku menekuni bidang pengobatan herbal ini di Belanda saat ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.

"Jadi dulu waktu sekolah di Belanda, saya sering main ke perpustakaan dan selalu membaca buku-buku tentang pengobatan herbal," jelas Iwan.

Pria yang sudah berambut putih ini juga mengatakan banyak sekali pasiennya yang berhasil sembuh dari penyakit semisal kanker, batu ginjal, dan berbagai penyakit lainnya.

Obat-obatan herbal yang dijual di Babah Kuya berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 200 ribu.

Iwan tidak ingin menyebutkan berapa omzetnya per bulan namun ia mengatakan hampir tiap hari tokonya ramai oleh pengunjung.

Menurut pantauan Tribun Jabar, di dalam toko terlihat banyak sekali obat-obatan herbal dari berbagai daun.

Seorang pengunjung mengaku lebih memilih obat herbal dibandingkan obat yang diberikan dokter.

"Saya lebih memilih obat herbal karena cenderung tidak ada efek sampingnya, berbeda dengan obat kimia yang diberikan dokter," ujar Dewi saat ditemui wartawan TribunJabar.co.id.

Penulis: Rezeqi Hardam Saputro
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help