TribunJabar/

Tribun Health

Jangan Panik dengan Kepala Bayi Peyang, Ini yang Harus Bunda Tahu!

Kondisi ini membatasi gerakan otot leher untuk memutar kepala, yang berarti. . .

Jangan Panik dengan Kepala Bayi Peyang, Ini yang Harus Bunda Tahu!
nakita
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Seperti yang kita tahu, tulang tengkorak bayi yang baru lahir masih tipis dan fleksibel, sehingga bisa berubah bentuk jika ada tekanan pada bagian tersebut untuk waktu yang lama.

Bagian belakang kepala atau salah satu sisi kepala bayi yang seharusnya bulat bisa menjadi rata, biasanya karena terlalu sering berbaring terlentang.

Bayi dilahirkan dengan tulang tengkorak yang masih lunak dan sambungan antar tulang tengkorak yang masih fleksibel untuk memberi ruang bagi pertumbuhan otak yang terjadi pada tahun pertama kehidupannya.

Hal itulah yang membuat kepala bayi dapat berubah bentuk.

Banyak bayi terlahir dengan kepala berbentuk lonjong dan terkesan aneh, yang disebabkan oleh adanya tekanan di jalan lahir pada waktu proses persalinan.

Biasanya, bentuk kepala yang lonjong tersebut dapat kembali bulat dengan sendirinya dalam waktu sekitar 6 minggu.

Kepala bayi yang bentuknya tidak bulat, dan bukan disebabkan oleh tekanan pada proses persalinan, sering disebut kepala peyang.

Dalam dunia medis, istilah kepala bayi peyang dibagi menjadi dua, yakni plagiocephaly dan brachycephaly.

Plagiocephaly adalah suatu kondisi di mana salah satu sisi kepala bayi datar, sehingga bentuk kepala terkesan asimetris, posisi kedua telinga dapat menjadi tidak sejajar dan kepala terlihat seperti jajar genjang bila dilihat dari atas.

Terkadang dahi dan wajah bisa menonjol sedikit di sisi yang sama dengan sisi kepala yang datar.

Halaman
1234
Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help