TribunJabar/
Home »

Opini

Buku Pilihan

Novel Tentang Petualangan Intelektual, Kultural, dan Spiritual Sunda

AKHIRNYA sampailah petualangan intelektual, kultural, dan spiritual pasangan suami-istri Jean-Claude van Damme dan Arjuna ke tanah Sunda.

Novel Tentang Petualangan Intelektual, Kultural, dan Spiritual Sunda
Internet
Sampul Buku Perempuan Bernama Arjuna 6

Judul: Perempuan Bernama Arjuna 6: Sundanologi dalam Fiksi
Pengarang: Remy Sylado
Penerbit: Nuansa Cendekia
Cetakan: I, April 2017
Tebal: 368 Halaman
Harga: Rp 83.000

AKHIRNYA sampailah petualangan intelektual, kultural, dan spiritual pasangan suami-istri Jean-Claude van Damme dan Arjuna ke tanah Sunda. Ini novel keenam karya Remy Sylado yang menitikberatkan filosofi dan budaya sejumlah daerah di Indonesia. Seperti ditulis dalam sampulnya, serial novel ini memang "bukan bacaan ringan", fokusnya bukan dalam cerita, melainkan "isi"-nya.

Dalam lima novel sebelumnya, pasangan Arjuna dan Jean-Claude van Damme bertualang dan menyerap pengetahuan mengenai filsafat dan budaya Indonesia dan dunia secara umum dalam Perempuan Bernama Arjuna 1: Filsafat dalam Fiksi, filsafat dan budaya Tionghoa dalam Perempuan Bernama Arjuna 2: Sinologi dalam Fiksi, filsafat dan budaya Jawa dalam Perempuan Bernama Arjuna 3: Javanologi dalam Fiksi, filsafat dan budaya Batak dalam Perempuan Bernama Arjuna 4: Batakologi dalam Fiksi, filsafat dan budaya Minahasa dalam Perempuan Bernama Arjuna 5: Minasanologi dalam Fiksi, dan filsafat dan budaya Sunda dalam Perempuan Bernama Arjuna 6: Sundanologi dalam Fiksi.

Dalam karyanya kali ini, Remy Sylado membeberkan dengan piawai ihwal kebudayaan Sunda berikut hal-hal lain yang berkaitan dengannya. Dalam perspektif budaya dan peradaban, kawasan Sunda (kuno) boleh dikata meliputi suatu wilayah yang relatif luas. Di wilayah ini juga ditemukan jejak peradaban Sunda kuno yang spektakuler dan fenomenal berupa timbunan bebatuan raksasa berumur jutaan tahun. Inilah timbunan bebatuan yang tersusun rapi dan membentuk sebuah bangunan menakjubkan bernama Gunung Padang.

Tentu saja buku ini tidak hanya bertutur tentang masa lalu Sunda, tapi juga mengenai pelbagai sisi kesundaan masa kini. Yang juga menarik sekaligus menjadi pelengkap yang akan memuaskan dahaga pengetahuan kita, buku ini disertai lampiran berupa daftar tokoh yang erat kaitannya dengan kesundaan, mulai Prabu Siliwangi, raja masyhur dari Kerajaan Sunda; H. Mohammad Koerdi, pengarang, wartawan, dan tokoh perintis pers Indonesia; S. Coolsma, ahli bahasa Sunda dari Rotterdam; dan seterusnya hingga yang terakhir, tokoh ke-181, Bunda Teresa, biarawati Katolik masyhur asal Macedonia.

Intinya, melalui tokoh Arjuna dan suaminya dalam novel ini, sang pengarang seakan-akan menjawab berbagai pertanyaan yang menggelayut dalam benak kita berkenaan dengan filosofi, bahasa, musik, adat-istiadat, tradisi, dan berbagai hal lainnya dalam kebudayaan Sunda.

Remy Sylado terbukti mampu menjelaskan berbagai hal di Tatar Sunda dan banyak hal yang berkaitan. Pengarang bernama asli Yapi Tambayong yang lahir di Makassar, 12 Juli 1945, ini memang dikenal sebagai seniman serbabisa. Ia berkiprah di berbagai bidang seni: drama, film, musik, puisi, dan prosa. Ia juga sudah menulis puluhan, atau mungkin ratusan, karya berupa buku.

Selamat menikmati suguhan petualangan intelektual, kultural, dan "spiritual", khususnya Sunda, dalam novel ini. (*)

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help