TribunJabar/
Home »

Bisnis

» Mikro

Saftari Jual Mangkok yang Diklaim Peninggalan Dinasti Song, Harganya Rp 200 Juta

"Ini mangkok Ru Yao, peninggalan Dinasti Song Cina pada tahun 1100," katanya, Senin (5/72017).

Saftari Jual Mangkok yang Diklaim Peninggalan Dinasti Song, Harganya Rp 200 Juta
Trbun Jabar/Rezeqi Hardam Saputro
Mangkok yang diklaim peninggalan Dinas Song, Cina. Pedagang barang antik di Pasar Cikapundung menjual mangkok ini dengan harga Rp 200 juta, Senin (5/72017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Rezeqi Hardam Saputro

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Ada berbagai barang antik yang dijual di Pasar Cikapundung, Kota Bandung.

Mungkin Anda terkejut ada barang kuno yang dipasarkan di sana menembus harga ratusan juta.

Seorang pedagang di Pasar Antik Cikapundung, Saftari, melabeli sebuah mangkok dengan harga Rp 200 juta.

Ia mengklaim mangkok itu merupakan barang kuno peninggalan 9 abad lalu.

"Ini mangkok Ru Yao, peninggalan Dinasti Song Cina pada tahun 1100," katanya, Senin (5/72017).

Saftari mengaku banyak orang yang menawar mangkok itu tapi belum berpindah tangan.

"Harganya masih belum sesuai," katanya.

Saftari mengatakan menjual mangkok ini jika ada yang berani membelinya seharga Rp 200 juta.

Sejauh ini, ucapnya, penawaran para calon pembeli masih di bawah Rp 20 juta.

Saftari mengaku mendapatkan mangkok bernama Ru Yao ini dari seorang mahasiswa.

"Dulu ada mahasiswa keturunan Tionghoa menjual mangkok ini untuk bayar semester-an," ujarnya.

Di tokonya, Saftari juga mengkoleksi banyak barang antik dari Cina antara lain gelas, piring, dan guci. (*)

Penulis: Rezeqi Hardam Saputro
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help