TribunJabar/

SOROT

Djanur

Terpuruknya prestasi Persib di awal Liga 1 ini pun berimbas pada posisi sang pelatih Djadjang Nurdjaman alias Djanur.

Djanur
DOK
Ichsan, Redaktur Tribun Jabar 

SEPEKAN terakhir, berita tentang terpuruknya prestasi Persib Bandung di Liga 1 Indonesia menghiasi berbagai media. Terutama setelah tim Maung Bandung kalah beruntun dari Bali United dan Bhayangkara FC. Kini Persib pun harus puas bertengger di posisi 11, tertinggal 7 poin dari pemuncak klasemen PSM Makassar.

Terpuruknya prestasi Persib di awal Liga 1 ini pun berimbas pada posisi sang pelatih Djadjang Nurdjaman alias Djanur. Kritikan, cercaan, cemoohan, bahkan hujatan, dialamatkan oleh sejumlah bobotoh kepada pelatih asal Majalengka itu.

Djanur dianggap sebagai sosok yang harus bertanggungjawab terhadap buruknya prestasi Persib pada putaran pertama musim ini. Ketika laga Persib kontra Bhayangkara FC masih berlangsung, sejumlah bobotoh bahkan turun ke lapangan meluapkan kekecewaannya kepada pelatih dan pemain Persib.

Situasi yang jarang terjadi. Di media sosial, kecaman dan hujatan datang silih berganti. Tuntutan agar Djanur mundur dari kursi pelatih Persib pun disuarakan bobotoh di media sosial. Tak heran tanda pagar (Tagar) #Djanurout pun ramai menghiasi lini masa selama sepekan terakhir.

Djanur pun merespon kecaman dan hujatan itu dengan menyatakan mundur dari kursi pelatih Persib di ruang ganti pemain, usai takluk dari Bhayangkara FC. Djanur menyampaikan pernyataan mundurnya itu secara lisan. Pelatih yang membawa Persib menjuarai Liga Indonesia 2014 ini pun memeluk satu persatu anak asuhannya sebagai tanda perpisahan.

Namun hingga kini, nasib Djanur masih menggantung. Manajemen Persib belum mengambil keputusan terhadap niatan mundur pelatih berkumis tebal itu. Sejumlah pihak, termasuk organisasi bobotoh Viking Persib Fans Club bahkan masih memberikan kesempatan kepada Djanur untuk menukangi Persib hingga putaran pertama tuntas.

Lantas apakah benar, terpuruknya prestasi Persib itu sepenuhnya tanggungjawab Djanur? Mari kita cermati situasi yang mengiringi tubuh Maung Bandung menjelang bergulirnya Liga 1 Indonesia.

Ketika Liga 1 hendak bergulir, Persib dipusingkan oleh posisi striker. Satu-satunya striker yang diandalkan yakni Sergio Van Dijk, dalam kondisi cedera. Dan terbukti hingga laga ke enam, Sergio harus puas duduk di pinggir lapangan. Ini artinya Persib sangat membutuhkan striker.

Jelang Liga 1 bergulir, Persib kedatangan Carlton Cole. Mantan pemain West Ham, klub Liga Inggris ini, diharapkan bisa menjadi pencetak gol subur untuk Maung Bandung. Namun dalam perjalanannya, harapan itu tak terbukti. Cole diluar ekspektasi, hingga laga ke sembilan dia tak mampu mencetak satu pun gol.

Sebelum Cole merapat ke Persib, lebih dulu datang Michael Essien. Pemain bintang yang malang melintang di liga Eropa dengan sederet prestasi bersama Chelsea maupun Real Madrid ini diharapkan mendongkrak performa Persib. Target juara pun digelorakan, bahkan liga belum bergulir pun, sejumlah pihak sudah meyakini Persib bakal juara.

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help