TribunJabar/

Program Prolanis BPJS Kesehatan Cegah Pasien Bolak-balik Berobat

Prolanis dikembangkan karena penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi tergolong penyakit yang menyedot biaya paling besar.

Program Prolanis BPJS Kesehatan Cegah Pasien Bolak-balik Berobat
TRIBUN JABAR/NAZMI ABDURRAHMAN
Gina Khaoerunisa (51), salah satu peserta klub Prolanis Budi Luhur Cimahi, saat ditemui di Gor Sangkuriang, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Sabtu (20/5/2017). 

CIMAHI, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Sebanyak 500 peserta Jaminan Kesehatan asal Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat meriahkan gebyar program pengelolaan penyakit kornis (Prolanis) di Gor Sangkuriang, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Sabtu (20/5/2017).

Prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan promotif dan preventif yang dikembangkan BPJS Kesehatan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Prolanis dikembangkan karena penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi tergolong penyakit yang menyedot biaya paling besar. Program ini juga telah dimulai sejak BPJS Kesehatan masih berbentuk PT Askes (Persero).

Salah satu penderita hipertensi yang telah merasakan manfaat dari program ini adalah Gina Khoerunisa (51), warga
Jalan Cibodas, RT 04/15, Kelurahan Utama, Cimahi Selatan.

Gina merupakan peserta Prolanis dari Klub Prolanis Puskesmas Budi Luhur Cimahi. Bahkan sudah hampir 2 tahun ini Gina mengaku tidak lagi mengonsumsi obat-obatan.

"Program prolanis membantu saya mengontrol penyakit Hipertensi. Bahkan saya sudah bisa lepas dari obat-obatan dengan cara tetap aktif bergerak dan mengikuti kegiatan-kegiatan di klub prolanis," ujar Gina, saat ditemui di acara gebyar Prolanis, di Gor Sangkuriang, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Sabtu (20/5/2017).

Kegiatan prolanis yang diikutinya seperti senam, edukasi, serta pemeriksaan kesehatan rutin. Selain itu, dua kali dalam sepekan, Klub Prolanis Bidi Luhur juga membuat kegiatan jalan sehat untuk pesertanya.

Di luar jadwal tersebut, Gina bahkan tetap melakukan latihan fisik seperti jalan cepat yang diselilingi lari.

"Dokter bilang kita harus tetap aktif bergerak, saya berhasil mengontrol penyakit ini. Makan pun sekarang di jaga," katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala BPJS Kesehatan cabang Cimahi, Yudha Indrajaya mengatakan, kegiatan pronalis juga dilakukan di seluruh FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pengelolaan penyakit kronis dilakukan secara komprehensif meliputi peningkatan edukasi penderita dan keluarga terhadap penyakit kronis yang dideritanya.

"Kami mengajak mereka untuk mengelola kesehatannya dengan baik dengan membudayakan pola hidup sehat melalui peningkatan aktifitas fisik, sehingga kualitas hidupnya bisa tetap optimal," ujar Yudha. (Naz)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help