TribunJabar/

Persib Bandung

Gian Zola Siap Lumpuhkan Gerak Pemain Idolanya Ponaryo Astaman

Sebagai gelandang tengah, saya berusaha untuk maksimal. Memberi kontribusi yang lebih baik untuk tim dengan lebih lancar mengalirkan bola

Gian Zola Siap Lumpuhkan Gerak Pemain Idolanya Ponaryo Astaman
TRIBUN JABAR / DENI DENASWARA
Illustrasi pemain muda Persib Bandung latihan. Foto ini diambil Kamis (17/12/2015), pemain diklat Persib Gian Zola (tengah) meloloskan diri dari kawalan Muhammad Taufik saat mengikuti gim internal di Lapangan Sesko AD, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Bandung. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pekan lalu, ketika bermain imbang 0-0 di markas Semen Padang, Persib minim mengancam gawang lawan. Pangeran Biru hanya melepaskan tiga tembakan tanpa ada yang tepat mengarah ke target. Dalam laga itu, striker-striker kurang suplai bola.

Gelandang Persib, Gian Zola, optimistis timnya bisa menyuguhkan permainan lebih baik ketika menghadapi Borneo FC. Dia pun berjanji untuk membantu membuat lini depan Persib lebih hidup.

“Sebagai gelandang tengah, saya berusaha untuk maksimal. Memberi kontribusi yang lebih baik untuk tim dengan lebih lancar mengalirkan bola ke sisi sayap atau depan," katanya saat jumpa pers di Graha Persib, Jumat (19/5).

Selain itu, jebolan Persib U-21 itu bakal lebih berani melepaskan tembakan ke gawang lawan.
"Saya selalu berusaha mencari momen yang efektif (baik untuk menyodorkan 'umpan manja' bagi para striker maupun untuk melepaskan tembakan sendiri," ujarnya.

Ia mengaku kontribusinya di tim skuat Maung Bandung belum sebesar yang pernah ia sumbangkan untuk Maung Ngora. Meski demikian, kepercayaan diri Zola berlahan-lahan meningkat. "Karena jam terbang terus bertambah, mental (bertanding) saya terus membaik," katanya.

Zola mengklaim Persib mengincar tiga poin dalam pertandingan nanti. "Kami harus konsentrasi penuh. Dukungan maksimal bobotoh pun akan sangat membantu kami," kata gelandang Timnas U-23 itu.

Ia pun siap menghadapi idolanya, Ponaryo Astaman. Kedua gelandang itu diprediksi akan sering berduel di lini tengah. "Di luar lapangan, saya segan kepada Ponaryo. Saat di lapangan, saya harus menghadapinya sama seperti pemain-pemain lain," kata Zola.

Ponaryo yang sempat menjadi pelatih Zola di sebuah kompetisi junior bersikap sama. Menurutnya, pertarungan-pertarungan di lapangan tak mengikis persahabatan di luar lapangan. Kapten Borneo FC itu memuji perkembangan Zola.

"Zola makin bagus. Aturan U-23 memberinya kesempatan untuk berkembang. Zola bisa manfaatkan regulasi itu dengan baik sehingga dia pun mendapat kesempatan di Timnas U-23," kata Ponaryo saat jumpa pers di Graha Persib, kemarin.

Eks kapten Timnas Indonesia itu mengatakan timnya berusaha memutus catatan minor Pesut Etam yang baru memetik satu poin dari empat laga tandang. Ia menyebut catatan buruk Borneo FC di laga tandang tak lepas dari jadwal yang kurang mendukung timnya.

"Saat tim-tim lain baru punya 2 sampai 4 laga tandang, kami sudah yang kelima. Sedangkan laga kandang baru 2 partai. Rentetan away kami paling banyak," katanya.

Tiga kekalahan beruntun yang didahului hasil seri di markas-markas lawan, ucapnya, cukup memengaruhi mental timnya. Terakhir, Borneo babak belur di markas Bali United 0-3. "Kami sudah konsolidasi, bicara dari hati ke hati secara mental dan teknis. Semoga kami bisa keluar dari situasi ini saat menghadapi Persib," katanya.

Ia tak mencemaskan tekanan bobotoh yang diprediksi memenuhi GBLA. "Bobotoh membuat atmosfer luar biasa. Menakjudkan untuk sepakbola. Ini justru bagus untuk menghidupkan laga dibanding pertandingan yang sepi penonton. Kalau stadion sepi, kurang semangat saya," katanya.(tom)

Penulis: tom
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help