TribunJabar/

Tempat Hiburan di Bandung Wajib Tutup Selama Bulan Ramadan

Tempat hiburan yang harus tutup antara lain, spa, panti pijat, karaoke, klub malam, sauna, diskotik, biliar dan sanggar seni.

Tempat Hiburan di Bandung Wajib Tutup Selama Bulan Ramadan
TRIBUN JABAR/TIAH SM
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menggerebek tempat hiburan yang diduga dipakai praktik asusila di Jalan Ir H Djuanda, Jumat (23/09/2016). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Semua tempat hiburan di Kota Bandung wajib tutup selama bulan suci ramadan, terhitung 24 Mei-27 Juni 2017.

Kepala Seksi Pembinaan Jasa Usaha Pariwisata Disbudpar Kota Bandung, Edward Parlindungan mengatakan, surat edaran perintah penutupan sudah disebarkan pekan lalu.

"Penutupan selama ramadan sudah diberlakukan sejak 2012, sehingga tidak ada alasan pengusaha hiburan membuka usaha di bulan suci dengan alasan tidak terima surat edaran atau tidak tahu harus tutup," ujar Edward di kantornya Jalan Ahmad Yani, Jumat (19/05).

Menurut Edward tempat hiburan biasanya ditutup sehari menjelang bulan ramadan, namun tahun ini tiga hari sebelum ramadan karena ada 24 hari besar keagamaan.

Tempat hiburan yang harus tutup antara lain, spa, panti pijat, karaoke, klub malam, sauna, diskotik, biliar dan sanggar seni. Edward berjanji pihaknya akan koordinasi dengan aparat keamanan untuk mengawasi dan memonitor tempat hiburan selama ramadan.

"Selama ini tak ada pengusaha hiburan yang bandel mencoba buka usahanya di bulan suci ramadan karena saksinya berat pencabutan izin usaha," ujar Edward.

Terkait cabang olah raga biliard, menurut Edward harus lapor ke Disbudpar untuk mendapat rekomendasi boleh buka tapi khusus untuk atlet . "Bliiard tempat hiburan tetap harus tutup," ujarnya.

Pelarangan dibukanya tempat hiburan selama ramadan untuk menghormati kesucian bulan ramadan dan umat Islam yang menjalankan ibadah selama bulan suci.

Edward mengatakan, jumlah tempat hiburan di Kota Bandung ada 200 lokasi. "Jika masyarakat menemukan ada tempat hiburan buka di bulan suci Ramadan, agar melaporkan ke Dinas Pariwisata atau ke Satpol PP untuk ditindak," ujar Edward.

Seorang pengusaha tempat hiburan Deny Maulana yang membawahi Stars Grup mengatakan, tempat hiburan yang dikelolanya selalu patuh aturan.

Halaman
12
Penulis: tsm
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help