TribunJabar/

Pendidikan

Dukung Kamis Inggris, Anak-anak SD Se-Kota Bandung Berkompetisi Spelling Bee

LIA Martadinata bekerjasama dengan Pemkot Bandung melalui Dinas Pendidikan Kota Bandung menggelar kompetisi pengejaan kata dalam Bahasa Inggris

Dukung Kamis Inggris, Anak-anak SD Se-Kota Bandung Berkompetisi Spelling Bee
ISA RIAN FADILAH
Seorang guru LIA Martadinata (memegang mic) memberi pengarahan kepada para peserta Spelling Bee di LIA Martadinata Jalan Martadinata No 104 Bandung, Jumat (19/5). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - LIA Martadinata bekerjasama dengan Pemkot Bandung melalui Dinas Pendidikan Kota Bandung menggelar kompetisi pengejaan kata dalam Bahasa Inggris atau Spelling Bee di LIA Martadinata Bandung, Jumat (19/5). Sebanyak 99 peserta dari 16 SD se-kota Bandung ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Kepala cabang LIA Martadinata Rivi Rinowati mengatakan, kompetisi Spelling Bee merupakan pertama kalinya digelar setelah terakhir diselenggarakan pada 2009. Peserta merupakan murid SD kelas 3 hingga 5, baik yang kursus di LIA maupun tidak.

"Kami kerja sama dengan Diknas dan Pemkot Bandung. Ini juga merupakan wujud dukungan terhadap program Kamis Inggris dan sudah disampaikan ke walikota Ridwan Kamil. Kami sudah bertemu dan beliau sangat mendukung (spelling bee) termasuk kesediaan beliau memberikan piala. Ini memperebutkan piala walikota," ujar Rivi saat ditemui di kantor LIA Martadinata Jalan Martadinata No 104 Bandung, Jumat (19/5).

Animo peserta dan sekolah-sekolah dalam mengikuti Spelling Bee terbilang baik. Ini terlihat dari banyaknya sekolah yang mengirimkan muridnya untuk mengikuti kompetisi tersebut. Sekolah-sekolah diundang LIA melalui Dinas Pendidikan Kota Bandung.

"Terlihat banyak yang ke sini, siswa english for children LIA juga ikut. Diperluas ke beberapa sekolah yang bisa mewakili kelasnya masing-masing, yang full day dan yang negeri," katanya.

Ketua panitia Spelling Bee Juju Jubaedah mengatakan, kompetisi tersebut dibagi menjadi empat babak yakni penyisihan, semifinal, final, dan championship. Peserta diberi kesempatan untuk mengeja sebanyak tiga kata. Jika dinyatakan benar pada dua kata berturut-turut, maka ia berhak melaju ke babak semifinal. Jika seorang peserta dinyatakan benar mengeja kata di kesempatan pertama, tetapi salah di kesempatan kedua, ia masih bisa lolos jika bisa mengeja dengan benar di kesempatan ketiga.

"Kalau ada 99 murid, saya pikir 70 persen di antaranya bisa masuk ke babak selanjutnya semi final. Di final diambil 20 orang dan championship dua orang," ujarnya.

Alur peserta dimulai dengan pengambilan kata dan menyerahkannya pada juri. Juri kemudian mengucapkan kata tersebut. Peserta diminta mengeja kata yang telah dibacakan juri tersebut.

Sejumlah kategori kata yang sering didengar anak diujikan, seperti nama satwa, buah-buahan, transportasi, sayuran, dan tempat. Kategorisasi tersebut telah dinilai terkait tingkat kesulitannya.

 "Ada level kesuliitan mudah sedang dan sulit. Final lebih sulit dan jumlah katanya lebih panjang," katanya.

Dikatakan Juju, setiap peserta akan diujikan dengan kata yang memiliki dua suku kata di babak penyisihan. Di semifinal, peserta akan diminta mengeja kata-kata yang memiliki dua sampai tiga suku kata. Final diuji dengan kata-kata bersuku kata tiga dan Championship jelas lebih banyak lagi. 

"Kami bisa jamin objektivitas keberimbangan ada di lomba ini," katanya.

Hadir dalam pembukaan kompetisi Spelling Bee Kepala Seksi Kurikulum SD Dinas Pendidikan Kota Bandung Dedi Kurniadi. Ia mengapresiasi para orangtua yang mengirimkan anaknya untuk ikut pada kompetisi tersebut.

"Mudah-mudahan anak-anak bisa berlatih Bahasa Inggris dengan ini kalian bisa lebih memahami tentang spelling.
SD ada muatan lokal B.Inggris di daerah wisata. Sekarang bahasa Inggris sudah mengglobal, bagaimana sekolah menyuguhkan Bahasa Inggris di SD sehingga setelah murid lulus sudah bisa berbicara Bahasa Inggris," ujarnya. (ee)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help