TribunJabar/

Sate Gurita Terasa Lezat Setelah Gigitan Kedua

JIKA Anda suka seafood, tak ada salahnya mencoba sate gurita. Sate yang terbilang unik ini bisa dinikmati di kedai . . .

Sate Gurita Terasa Lezat Setelah Gigitan Kedua
ISA RIAN FADILAH
Sate Gurita 

Laporan Isa Rian Fadilah

TRIBUNJABAR.CO.ID - JIKA Anda suka seafood, tak ada salahnya mencoba sate gurita. Sate yang terbilang unik ini bisa dinikmati di kedai SIR'O Hongkong Street Food.

Pada dasarnya, gurita tak memiliki rasa. Namun, bukan berarti tak bisa dikreasikan menjadi makanan lezat. Jika ditangani dengan benar, gurita pun bisa memberikan sensasi yang tak kalah sedap dengan sate lainnya.

Pemilik SIR'O Hongkong Street Food, Aditya Wignya Lee, punya trik khusus mengolah gurita. Sebelum dibakar, baby gurita (jenis gurita berukuran kecil) direbus selama tiga menit supaya menghasilkan tekstur yang empuk.

Menurutnya, jika direbus lebih lama baby gurita akan bertekstur alot. Setelah direbus, gurita dipotong-potong untuk dibuat sate. Untuk menghilangkan aroma tak sedap pada gurita, Aditnya menggunakan jeruk lemon sebelum sate dibakar.

Ketika dibakar, sate diolesi bumbu saus buatan sendiri yang mengandung rasa asin dan manis. Tak perlu waktu lama membakar sate gurita. Jika warna berubah menjadi lebih gelap, gurita sudah bisa diangkat dan segera disajikan.

"Saya pernah mencoba guritanya enggak direbus dulu, tapi langsung bakar. Ternyata satenya jadi alot. Kalau direbus lalu setelah itu ditaruh di atas es itu bisa lebih awet," ujar Aditya, ditemui di stan SIR'O Hongkong Street Food di Lanud Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, belum lama ini.

Gurita tak lagi hambar setelah dibuat sate. Rasanya sedikit mirip dengan cumi. Bagi yang belum penah mencobanya, tentu akan merasa asing dengan rasanya pada gigitan pertama. Setelah gigitan kedua dan selanjutnya, kenikmatan sate gurita mulai bisa dirasakan.

Aditya harus memasok gurita dari luar kota, lantaran baby gurita tak tersedia di swalayan atau pun tempat penjualan ikan di Bandung.
Menurutnya, gurita bisa bertahan hingga satu tahun jika tetap berada pada suhu yang sangat dingin seperti di freezer. Dengan begitu, ia bisa memasok gurita dalam jumlah besar sekaligus.

"Sekali stok 30 kilogram untuk acara besar. Biasanya untuk bazar atau acara kuliner besar, saya bisa menghabiskan 400 tusuk," katanya.
Ia mengakui cukup sulit memopulerkan sate gurita. Sejauh ini sate gurita belum mampu menjangkau semua kalangan. "Makanan kayak gini masih segmented. Bahan baku mahal. Jadi saya jual dua tusuk Rp 15 ribu di satu acara," ucap Aditya.

Sate Gurita
Sate Gurita (ISA RIAN FADILAH)

Octomix Jadi Pilihan Tersendiri

SELAIN sate, Aditya pun mengolah gurita yang dibalut tepung dan digoreng. Gurita tepung bisa didapat di menu octomix. Menu ini berisi gurita tepung, keripik ubi, dan nori tempura yang ditaburi bumbu salt pepper, barbecue, dan mozarella.

Untuk menu sate gurita, pembeli bisa memilih menu paket berisi empat tusuk sate, nasi dan telur. Paket ini bisa dinikmati seharga Rp 35 ribu. Menu octomix pun bisa disantap seharga Rp 35 ribu.

Di luar acara, menu-menu tersebut bisa didapat di kedai SIR'O Hongkong Street Food di Jalan Surya Sumantri No 60, Bandung. (ee)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: ddh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help