TribunJabar/

Di Indonesia Baru 1.100 Perguruan Tinggi yang Terakreditasi

Mulai tahun ini Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tidak akan menerima usulan akreditasi perguruan tinggi dalam bentuk hard copy.

Di Indonesia Baru 1.100 Perguruan Tinggi yang Terakreditasi
TRIBUN JABAR/NAZMI ABDURRAHMAN
Dwi Sasongko, Sekertaris Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), saat ditemui di Universitas Jendral Ahmadyani (Unjani), Jalan Terusan Jendral Sudirman, Kota Cimahi, Kamis (18/5/2017). 

CIMAHI, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Mulai tahun ini Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tidak akan menerima usulan akreditasi perguruan tinggi dalam bentuk hard copy.

Sekertaris BAN-PT, Dwi Sasongko, mengatakan, saat ini BAN-PT telah menggunakan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) yang diklaim lebih efektif, akurat dan dapat menekan biaya proses akreditasi hingga 20 persen, dalam proses akreditasi perguruan tinggi.

Dikatakan Dwi, SAPTO juga akan mempermudah perguruan tinggi dalam menyampaikan dokumen akreditasi, agar mendapatkan asesmen dari asesor di tempat asal asesor.

Terobosan itu, kata Dwi, merupakan bentuk dukungan pada pemerintah yang berkomitmen secara sistematis dan terprogram dalam rangka meningkatkan mutu sektor pendidikan tinggi di Indonesia.

"SAPTO ini sebagai pengembangan instrumen akreditasi baru, sesuai amanat Permenristekdikti No 32/2016," ujar Dwi,
saat ditemui usai menghadiri acara Dies natalis Universitas Jendral Ahmad Yani (Unjani), Jalan terusan Jendral Sudirman, Kota Cimahi, Kamis (18/5/2017).

Di Indonesia, kata Dwi ada sekitar 4500 perguruan tinggi. Namun baru sekitar 1.100 perguruan tinggi dan 19.011 program studi yang sudah terakreditasi.

"Jadi masih sangat sedikit, ada 3000-an lagi perguruan tinggi yang belum terakreditasi. Makanya kami sangat mendorong untuk memacu kualitas perguruan tingginya sesuai peraturan perundang-undangan," katanya. (Naz)

Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help