TribunJabar/

Warga Sempat Larang Para Santri Berenang

Saat tengah berenang, anak-anak tersebut tersapu ombak besar. Dari 13 anak, delapan bisa diselamatkan . . .

Warga Sempat Larang Para Santri Berenang
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin yang menjadi lokasi tenggelamnya lima santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok. Foto diambil, Rabu (17/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebanyak 13 santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok sempat dilarang warga untuk berenang di Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.

Rambu larangan berenang terpasang di Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin. Foto diambil, Rabu (17/5/2017).
Rambu larangan berenang terpasang di Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin. Foto diambil, Rabu (17/5/2017). (TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA)

Tak berselang lama usai memberi larangan, para santri terseret ombak.

Aslin (60), warga Kampung Cidora mengaku sudah melarang anak-anak tersebut untuk berenang. Apalagi ombak pantai memang sedang besar.

"Sudah dilarang tapi mereka tetap berenang. Padahal sudah ada papan pengumuman dilarang berenang," ujar Aslin, Rabu (17/5/2017).

Saat tengah berenang, anak-anak tersebut tersapu ombak besar. Dari 13 anak, delapan bisa diselamatkan. Sementara sisanya tak bisa tertolong.

"Warga lalu bawa pelampung dan ban untuk membantu. Anak-anak yang tenggelam itu sempat terlihat dulu, tapi sulit untuk ditolongnya," katanya. (wij)

Penulis: wij
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help