TribunJabar/

Unpad Bakal Bangun Kampus di Arjasari Kabupaten Bandung

Ada yang unik mengenai persyaratan peserta kuliah di Arjasari nanti. Orang yang tidak mampu dari luar Bandung disarankan tidak berkuliah disana

Unpad Bakal Bangun Kampus di Arjasari Kabupaten Bandung
TRIBUN JABAR/RAGIL WUSNU SAPUTRA
Rektor Unpad, Tri Hanggono Achmad saat memberikan sambutan pada Deklarasi Unpad sebagai PTNBH sekaligus penandatanganan prasasti PTNBH di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Sabtu (14/1). 

SOREANG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Universitas Padjajaran (Unpad) berencana mengembangkan lahan seluas 250 hektare di Desa/Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung untuk dijadikan kampus dengan program studi (prodi) yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Rektor Unpad, Tri Hanggono Achmad mengatakan prodi yang paling berkembang adalah sektor agrotek bisnis dan agroforesty tourism.

“Sebelumnya lahan tersebut sudah ada sejak tahun 1980-an, hanya tidak dikembangkan benar-benar, kecuali dijadikan oleh teman-teman sebagai lahan untuk riset pertanian, ke depannya akan kami kembangkan sungguh-sungguh agar di sana ada pendidikan tinggi,” ujar Tri seusai silaturahmi dengan Bupati Bandung, Dadang M Naser di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (17/5/2017).

Tri mengatakan, potensi  alam yang dimiliki oleh Kabupaten Bandung sangatlah besar. Jadi ia tidak hanya akan mengandalkan kedua program studi itu saja untuk berpartisipasi terhadap pengembangan wilayah Kabupaten Bandung. Ia mengatakan, beberapa prodi terapan akan ditarik ke Arjasari seperti studi peternakan.

Kendati begitu, Ia mengharapkan saat perguruan tinggi berkembang yang diikuti oleh perkembangan sektor ekonomi wilayah, malah memarjinalkan masyarakat setempat. “Ketika pertumbuhan ekonomi muncul, investor datang. Lalu orang-orang ingin kerja darimana-mana,” ujarnya.

Ada yang unik mengenai persyaratan peserta kuliah di Arjasari nanti, ia menekankan agar orang yang tidak mampu berasal dari luar Bandung disarankan tidak berkuliah di sana. Namun, bukan berarti ia membuat sekat berdasarkan ekonomi.

“Kalau yang dari Kabupaten Bandung boleh siapa saja, yang tidak mampu akan kami biayai,  tapi kalau orang luar kami harapkan orang kaya, agar membawa ekonomi kesana,” katanya.(dam)

Penulis: Yudha Maulana
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help