TribunJabar/
Home »

Bisnis

» Makro

Hukum

KPPU Responsif Tangani Kasus Dugaan Monopoli PT TI

TERLAPOR berdasarkan bukti bukti yang ada sangat kuat diduga telah melakukan...

KPPU Responsif Tangani Kasus Dugaan Monopoli PT TI
shutterstock
Illustrasi. 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terlihat sangat responsif terhadap kasus dugaan praktik monopoli dan membawa kasus ini ke persidangan. Sidang pertama pada tanggal 9 Mei lalu diisi agenda pemaparan laporan pelanggaran yang diduga dilakukan oleh PT Tirta Investama (TI) dan salah satu distributornya.

Dari sidang kedua dugaan pelanggaran pasal 15 ayat 3 hurup b dan pasal 19 hurup a dan b undang undang Nomor 5 tahun 1999 yang dilakukan PT TI dan PT Balina Agung Perkasa di Ruang Sidang KPPU di Jalan Ir H Juanda No 36 Jakarta Pusat pada Selasa (16/5/2017) menunjukkan keseriusan KPPU dalam menertibkan segala bentuk dugaan pelanggaran.

Menurut Helmi Nurjamil, tim investigator KPPU, bahwa terlapor berdasarkan bukti bukti yang ada sangat kuat diduga telah melakukan pelanggaran terhadap undang undang tersebut.

Jika pihak PT TI  atau Aqua belum memberi tanggapan dan lebih mempersoalkan hal yang tidak subtansial itu menjadi hak pihak PT TI.

Menurut Helmi Nurjamil menyeret Aqua ke persidangan bukan langkah yang terburu buru. Tapi KPPU telah menemukan lebih dari dua alat bukti dan pasal yang disangkakan maka sudah sangat layak untuk di sidang.

Dan telah dilakukan penyelidikan dengan cermat sebelum menggelar sidang.

KPPU sebagai komisi yang ditunjuk negara untuk menjadi wasit dalam persaingan usaha telah bertindak cekatan dalam memberantas upaya monopoli.

Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia telah ada sejak puluhan tahun lalu dan hingga kini produk AMDK menjadi salah satu kebutuhan masyarakat sehari-hari. Berbagai merek dagang berlomba-lomba merebut hati konsumen dipasar yang masih terbuka lebar, ratusan merek yang ada dipasaran itu hingga kini bersaing secara sehat dan konsumenlah yang menentukan .

Ditengah maraknya pasar AMDK yang masih bisa menampung siapapun pemain dan merek baru itu, Industri AMDK dikejutkan dengan langkah hukum yang dilakukan oleh Le Minerale (PT Tirta Fresindo Jaya). Merek dan produk yang baru hadir sekitar dua tahunan itu melakukan mensomasi terhadap PT Tirta Investama atas dugaan pelanggaran persaingan usaha. (*)

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help