TribunJabar/

Jelang Ramadan

Harga Daging Ayam Broiler Naik, Ini Penyebabnya

Menjelang Ramadan, harga daging ayam broiler di Pasar Resik Jatinangor merangkak naik. Kenaikan harga daging ayam . . .

Harga Daging Ayam Broiler Naik, Ini Penyebabnya
TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Atep Gunawan (31) pedagang daging ayam tengah melayani pembeli di Pasar Resik Jatinangor, Rabu (17/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ragil Wisnu Saputra

JATINANGOR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Menjelang Ramadan, harga daging ayam broiler di Pasar Resik Jatinangor merangkak naik. Kenaikan harga daging ayam broiler tesebut dipicu karena mahalnya harga pakan dan naiknya tarif listrik yang digunakan oleh para bandar ayam.

"Naik lagi harga daging ayam setelah sempat normal di kisaran Rp. 29 ribu per kilogramnya. Harga dari bandar sudah mahal. Katanya harga pakan sama listrik naik," ujar Atep Gunawan (31) kepada Tribun di Pasar Resik Jatinangor, Rabu (17/5).

Atep mengatakan, dua minggu lalu harga daging ayam broiler hanya sekitar Rp. 28 ribu per kilogramnya. Namun, beberapa hari setelah itu harga daging ayam naik menjadi Rp. 29 ribu dan sempat bertahan hingga empat hari ini sudah naik lagi menjadi Rp. 34 ribu hingga Rp. 35 ribu di level pedagang.

"Baru sekitar empat hari ini naik jadi Rp. 34 ribu sampai Rp. 35 ribu di pedagang. Ya memang kalau mau ramadan selalu seperti ini. Dan alasan bandar kadang enggak suka masuk akal. Padahal memang tiap tahun tren kenaikan harganya seperti ini," kata dia.

Kendati demikian, ujar Atep, para pembeli daging ayam broiler tidak berkurang. Uniknya, lanjut dia, mahalnya harga daging ayam justru pembelian dari konsumen mengalami kenaikan.

"Biasanya kalau mahal malah banyak pembelinya. Tapi ya banyak pembeli untung buat pedagang tipis banget. Kan modalnya untuk beli bandar saja besar, beda pas lagi harganya normal," kata dia.(raw)

Penulis: raw
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help