TribunJabar/

Berharap Anaknya Ditemukan, Sang Ibu Menangis dan Menuliskan Nama Buah Hatinya di Pasir Pantai

Lili Djunaedi, ayah Wisnu mengaku sebelum berangkat untuk mengikuti acara perpisahan kelas 9 anaknya sempat . . .

Berharap Anaknya Ditemukan, Sang Ibu Menangis dan Menuliskan Nama Buah Hatinya di Pasir Pantai
Kompas.com/ Ari Maulana Karang
Nurhayani tampak menangis seusai menulis ungkapan kerindungan kepada anaknya, Wisnu yang hilang di pantai selatan Garut, Rabu (17/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Mata Nurhayani tak henti menatap Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Air matanya juga tak henti mengalir.

Sambil membawa sebuah tongkat kayu, Nurhayani menulis nama anaknya di pasir pantai 'Wisnu Dwi Airlangga Pulang'. Tulisan tersebut menjadi sebuah harapan agar anaknya yang menjadi salah satu korban tenggelam untuk bisa segera ditemukan.

"Tulisan ini karena saya kangen sama dia. Sudah jarang ketemu karena dia tinggal di pesantren," kata Nurhayani, Rabu (17/5/2017).

Nurhayani mengaku tak memiliki firasat saat anaknya izin untuk berlibur ke Garut. Ia berharap kini anak keduanya itu bisa segera ditemukan.

Lili Djunaedi, ayah Wisnu mengaku sebelum berangkat untuk mengikuti acara perpisahan kelas 9 anaknya sempat pulang untuk meminta izin. Namun saat itu firasat Lili sudah berbeda.

Lili Djunaedi, ayah dari Wisnu Dwi Airlangga, korban tenggelam di Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin saat dimintai keterangan, Rabu (17/5/2017).
Lili Djunaedi, ayah dari Wisnu Dwi Airlangga, korban tenggelam di Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin saat dimintai keterangan, Rabu (17/5/2017). (TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA)

"Saya tahu ada acara ini. Cuma saat minta izin beda saja sama hari-hari biasa. Malam Senin tidur juga gelisah," ucap Lilis, warga Margonda, Depok.

Lili berharap yang terbaik untuk anaknya dan keempat temannya. Jika kemungkinan terburuk tak selamat, Lili iklas.

"Terakhir saya telepon Selasa jam 13.00 tapi enggak diangkat. Terus jam 14.00 telepon lagi enggak diangkat. Terus jam 20.00 dapat kabar kalau anak saya jadi korban," ujarnya. (wij)

Penulis: wij
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help