TribunJabar/

Semakin Mudah, Cukup 10 Menit Daftar Peserta BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau menginginkan . . .

Semakin Mudah, Cukup 10 Menit Daftar Peserta BPJS Kesehatan
ISTIMEWA
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Bandung, dr. Herman Dinata Mihardja, AAAK. (tengah), Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan, Ika Kartika (kiri) dan Kepala Unit Kepersertaan, Rahmanto Fauzi (kanan) foto bersama usai menyampaikan kemudahan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan di Kantor BPJS KCU Bandung. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau menginginkan kemudahan untuk mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS. Khusus untuk pendaftaran calon peserta kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/peserta mandiri dan peserta kategori Bukan Pekerja (BP), BPJS Kesehatan memperluas kanal-kanal pendaftaran yang telah ada, salah satunya melalui mekanisme pendaftaran via telepon yaitu lewat BPJS Kesehatan Care Center 1500-400 cukup 10 menit sudah menjadi peserta.

Calon peserta tidak perlu mengantri panjang di Kantor BPJS Kesehatan, cukup dengan menekan 1500-400 pada ponselnya, calon peserta kategori PBPU atau peserta mandiri bisa melakukan pendaftaran via telepon ke BPJS Kesehatan Care Center atau diimplementasikan Virtual Service. BPJS Kesehatan Care Center yang sebelumnya terdapat fungsi pemberian informasi, penanganan pengaduan, teleconsulting dan pengelolaan media sosial maka saat ini dikembangkan menjadi beberapa fungsi.

“Salah satunya adalah pendaftaran peserta PBPU atau peserta mandiri dan peserta Bukan Pekerja. Peserta juga dapat melakukan mutasi data kepesertaan untuk data nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, nomor KK, NIK, alamat, email, nomor telepon, kelas rawat dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun ini masih untuk peserta PBPU atau peserta mandiri. Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kepuasan kepada peserta yang juga menjadi salah satu Fokus Utama BPJS Kesehatan di tahun 2017. BPJS Kesehatan terus mengembangkan berbagai terobosan dan inovasi serta meningkatkan mutu pelayanan serta mempercepat cakupan kepesertaan,” tutur Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Bandung, dr. Herman Dinata Mihardja, AAAK., didampingi Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan, Ika Kartika dan Kepala Unit Kepersertaan, Rahmanto Fauzi di Kantor BPJS KCU Bandung, Senin (15/5).

Herman mengatakan, hal yang harus dipersiapkan calon peserta sebelum mendaftar via telepon antara lain beberapa informasi yang akan ditanyakan oleh petugas Care Center seperti Nomor Kartu Keluarga, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Rekening Tabungan (BRI/BNI/Mandiri), Nomor handphone, Alamat Domisili/Tempat Tinggal (Untuk Pengiriman Kartu) dan Alamat Email. Setelah syarat di atas siap, calon peserta bisa menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500-400. Calon peserta akan dilayani oleh Agent Care Center, pembicaraan antara calon peserta dengan Agent akan dijadikan bukti pendaftaran.

Setelah Agent Care Center menyatakan pendaftaran via telepon selesai, Nomor Virtual Account (VA) akan dikirim ke nomor ponsel atau email calon peserta. Setelah mendapatkan nomor VA, peserta diwajibkan untuk membayar iuran pertama yang harus dibayarkan paling cepat 14 hari dan paling lama 30 hari setelah VA diterbitkan. Peserta yang mendaftar via Care Center wajib melakukan pembayaran pertama ke bank dan dengan mekanisme autodebet untuk pembayaran selanjutnya. Sejak pembayaran pertama tersebut kartu peserta telah aktif, BPJS Kesehatan akan mencetak dan mendistribusi kartu peserta JKN-KIS ke alamat yang telah di-input pada saat mendaftar.
Di BPJS Kesehatan Care Center 1500-400, juga disediakan fitur teleconsulting dimana peserta JKN-KIS dapat melakukan konsultasi kesehatan kepada Dokter Umum yang siap memberikan informasi kesehatan yang dibutuhkan.

Herman menambahkan, selain pendaftaran melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400, saat ini BPJS Kesehatan juga mengembangkan pendaftaran melalui Sistem Dropbox di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kelurahan, danKantor Kecamatan serta Pendaftaran melalui PPOB/mitra kerja BPJS Kesehatan. Pendaftaran melalui mitra kerja dilakukan dengan membuka Point of Service di pusat perbelanjaan diantaranya Bandung Indah Plaza (BIP), Istana Plaza (IP), Miko Mall, Braga City Walk dan Festival Citylink. Dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan ITC Kebon Kelapa dan Pasar Baru Trade Center.

BPJS Kesehatan juga melakukan upaya perluasan kanal pemberian informasi dan penanganan pengaduan diantaranya melalui Website BPJS Kesehatan pada Menu SIPP (Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan) serta integrasi pemberian informasi dan penanganan pengaduan melalui Hotline Service dialihkan secara langsung ke BPJS Kesehatan Care Center 1500-400. Sebagai informasi, sampai dengan saat ini sudah terdapat kanal-kanal pendaftaran peserta di antaranya : Pendaftaran langsung di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Layanan Operasional Kabupaten/Kota (KLOK) dan Liaison Office (LO), Pendaftaran melalui aplikasi New e-DABU untuk kategori peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), Pendaftaran online melalui website www.bpjs-kesehatan.go.id dan Pendaftaran melalui Bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan (BNI, BRI, dan Mandiri).

Hingga 5 Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 176.982.157 jiwa. BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan kurang lebih 20.766 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.825 Puskesmas, 5.279 Klinik Pratama, 4.504 Dokter Prakter Perorangan, 1.143 Dokter Gigi Praktik Perorangan, dan 15 RS Tipe D Pratama. Selain itu, BPJS Kesehatan juta telah bermitra dengan 5.337 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang mencakup 2.135 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya Klinik Utama), 2.216 Apotek, dan 986 Optik yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kepesertaan BPJS Kesehatan KCU Bandung sendiri, untuk perusahaan sudah 95% dan peserta Mandiri sebanyak 400 ribu orang, potensi peserta baru untuk peserta mandiri sekitar 300 ribuan. Kami pun selalu bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandung dan Dinas terkait dalam upaya meningkatkan jumlah peserta baru dengan menempatkan kader-kader di 5 Kecamatan dan 37 Kelurahan. Saat ini Pemkot Bandung sendiri sudah memberikan bantuan iuran kelas kepada 260 ribu jiwa, namun masih ada sekira 50 ribu yang masih belum mendapatkan,”pungkas Herman. (Adv)

Editor: ddh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help