TribunJabar/

Pemahaman Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah, Rawan Jadi Korban Penipuan Investasi

Kurangnya pemahaman tersebut rawan untuk disalahgunakan oleh oknum yang ingin mencari keuntungan dari masyarakat

Pemahaman Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah, Rawan Jadi Korban Penipuan Investasi
TRIBUN JABAR/SITI FATIMAH
Sosialisasi Peraturan Terkait Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Hotel Aryaduta Jalan Sumatera Bandung, Selasa (16/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Data hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2016 menujukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya sebesar 29%, sementara tingkat inklusi keuangan sebesar 68%. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah.

"Tingkat inklusi keuangan masyarakat tidak dibarengi dengan pemahaman masyarakat yang memadai dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan ," kata Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Agus Sugiarto pada acara Sosialisasi Peraturan Terkait Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Hotel Aryaduta Jalan Sumatera Bandung, Selasa (16/5/2017).

Kurangnya pemahaman tersebut rawan untuk disalahgunakan oleh oknum yang ingin mencari keuntungan dari masyarakat dengan memasarkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang tidak jelas serta tawaran investasi yang bersifat ilegal.

"Kondisi ini tentunya memerlukan keseriusan seluruh stakeholders di sektor jasa keuangan untuk gencar melakukan edukasi keuangan secara masif yang diimbangi dengan peningkatan upaya perlindungan konsumen ," katanya. (tif)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help