TribunJabar/

Travel

Cirebon Itu Enggak Cuma Wisata Religi, Anda Bisa Bewisata Alam dan Belajar Mengolah Rotan

Wisata alam di Kabupaten Cirebon yang baru dan sedang dikembangkan antara lain pemandian air panas bernama Banyu Panas.

Cirebon Itu Enggak Cuma Wisata Religi, Anda Bisa Bewisata Alam dan Belajar Mengolah Rotan
KOMPAS.COM
Komplek makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat.(Silvita Agmasari) 

CIREBON, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kabupaten Cirebon memang identik dengan wisata religi. Banyak tokoh agama yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Cirebon, salah satunya Sunan Gunung Jati.

"Selama ini memang Kabupaten Cirebon identik sama wisata kuliner dan religi, tapi kita lagi mengupayakan mengembangkan wisata alam. Karena kekayaan alamnya cukup banyak dan bagus," ujar Hartono selaku Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon pada KompasTravel saat menghadiri West Java Travel Mart (WJTM) di Hotel Santika Cirebon, Jumat (12/5/2017).

Wisata alam di Kabupaten Cirebon yang baru dan sedang dikembangkan antara lain pemandian air panas bernama Banyu Panas. Sumber air panas tersebut terletak di Kecamatan Gempol. Kini di lokasi tersebut sudah dibangun sarana-sarana pemandian.

Baca: Setelah Menikah, Nani Widjaya dan Ajip Rosidi Dijamu Sultan Keraton Kasepuhan XIV Cirebon

Menurut Hartono, destinasi ini masih akan terus dikembangkan karena potensinya besar. Ia mengatakan tahun ini hingga tahun depan masih akan dibangun kolam berair dingin yang bertaraf internasional.

"Di mana agar bisa selain berendam di air panas, juga bisa berenang di air dingin dengan kualitas kolam yang representatif standar internasional," ujar Hartono.

Selain itu destinasi baru lainnya adalah tebing tinggi di Desa Cupang, Kecamatan Gempol. Tebing tersebut layak untuk menjadi destinasi wisata minat khusus, yaitu panjat tebing, bahkan dengan standar Internasional.

Baca: Segarnya Es Lilin dengan Rasa dan Bentuk Kekinian

Pihak Disbudparpora Kabupaten Cirebon mengaku sudah melakukan survei kelayakan tebing tersebut oleh para penggiat olahraga dan atlet panjat tebing. Hasilnya, tebing yang hingga saat ini (12/5/2017), belum diberi nama tersebut memiliki kriteria layak untuk lomba internasional dan baru ditemukan satu di Indonesia.

"Para penggiat dan atlet panjat tebing bilang, tebing ini punya karakter khusus. Dari teksturnya keras, kemiringan dan ketajamannya pun sesuai. Harapannya supaya ke depan Kabupaten Cirebon punya juga wisata minat khusus gitu," ujarnya.

Halaman
12
Editor: dia
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help