TribunJabar/

BPJS Kesehatan Soreang Perluas Pelayanan Demi Universal Coverage 2019

BPJS pun mengharapkan kehadiran dari buruh, pekerja swasta dan pekerja dari sektor lainnya untuk ikut menyukseskan program kesehatan nasional tersebut

BPJS Kesehatan Soreang Perluas Pelayanan Demi Universal Coverage 2019
Tribunjabar/Yudha Maulana
Buruh tengah melakukan pemeriksaaan di posko BPJS Cabang Soreang yang hadir di tengah perayaan Hari Buruh Sedunia di Dome Balerame, Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/5/2017). 

SOREANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Soreang akan memperluas pelayanan untuk mengejar target universal coverage yang diusung pemerintah pusat pada 1 Januari 2019 nanti.

Tentunya, perluasan pelayanan tersebut juga diikuti dengan peningkatan pelayanan fasilitas kesehatan yang menunjang Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Bandung.

Kepala Cabang BPJS Soreang, dr. Irmajanti Lande Batara, mengatakan bahwa kini di Kabupaten Bandung ada 62 puskesmas, 77 klinik, 27 praktek dokter umum, 7 dokter gigi, 7 rumah sakit, 7 apotik dan 4 optik yang menunjang pelayanan JKN-KIS.

BPJS pun mengharapkan kehadiran dari buruh, pekerja swasta dan pekerja dari sektor lainnya untuk ikut menyukseskan program kesehatan nasional tersebut.

Bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung, saat ini baru terdata 1231 perusahaan yang mengikuti program BPJS. Setidaknya, ucap Irma, masih ada sekitar 700 perusahaan yang akan didorong untuk menjadi peserta.

"Kami selalu gencar melakukan pendekatan di setiap kecamatan, ada oficer yang datang ke perusahaan dan melakukan sosialisasi, kalau perusahaan sudah berminat tapi belum mendaftarkan, akan kami bantu bersama Disnakertrans," ujar Irma di Dome Balerame, Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/5/2017).

Apalagi, tambah Irma, saat ini untuk mendaftar menjadi peserta BPJS bisa melalui call center 1500-400 hanya dengan menyertakan NIK, kartu keluarga, nomor handphone dan rekening.

"Kenapa kami membutuhkan nomor rekening ? karena nanti peserta akan melakukan pembayaran pertama di bank, selanjutnya akan di debet, jadi tidak perlu datang ke kantor BPJS lagi, setelah terverifikasi nanti akan dihubungi oleh agen call center, kartunya pun akan dikirim ke alamat penerima," katanya.

Call Center 1500-400 itu, kata Irma, tak hanya melayani pendaftaran BPJS, namun juga berfungsi sebagai pusat informasi serta membantu mencarikan solusi terhadap kebutuhan atau keluhan peserta BPJS terkait pelayanan kesehatan, termasuk status kepesertaan.

"Kami juga berharap bagi para peserta yang menunggak bisa dibantu oleh pemerintah daerah lewat APBD, tapi tentunya kami akan melihat dulu kemampuan dari pemerintah daerah," katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Bandung, Dadang M Naser, akan membantu BPJS Kesehatan Cabang Soreang untuk memberikan pemahaman terhadap manfaat BPJS. Baik dari sisi kesehatan atau ketenagakerjaan.

"Tahun ini harus beres, akan kita periksa data perusahaan yang terdaftar atau belum, pemkab akan membantu memfasilitasi Apindo dan BPJS itu sendiri," kata Dadang.(adv/dam)

Penulis: dam
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help