TribunJabar/

Advertorial

Sebulan Minum Madu Pahit Itu, Tensinya Jadi Stabil

PENYAKIT jantung yang diderita oleh lelaki 56 tahun ini baru mulai terasa sejak dua bulan lalu. Namun, hipertensi . . .

Sebulan Minum Madu Pahit Itu, Tensinya Jadi Stabil
ISTIMEWA

PENYAKIT jantung yang diderita oleh lelaki 56 tahun ini baru mulai terasa sejak dua bulan lalu. Namun, hipertensi atau tekanan darah tingginya yang sudah lama banget, yaitu sejak usianya 42 tahun.

Apa saja gejalanya? “Yang paling mengganggu adalah sesak napas, kepala berkeringat, tengkuk berat, dan sulit tidur,” keluh lelaki bernama Atang Rochendi Idris ini. Berbagai keluhan itu, biang keladinya adalah hipertensi. Dan, menurut dokter yang ditemuinya, tekanan darahnya 220/120 mmHg.

Sekembalinya dari sana, ayah 3 anak ini jadi harus rutin minum obat kalau ingin lekas sembuh. Dan nyatanya? “Ada perubahan membaik,” ungkapnya di tengah pertemuan 20 Februari 2017 lalu. Akan tetapi, PNS BPS Kabupaten Ciamis ini merasa khawatir dengan terlalu banyaknya minum obat kimia, maka ia pun beralih ingin minum obat obat herbal. Beruntung, seorang teman, menawarkan solusi dengan madu hitam MADU BIMA 99.

Warga Bojong Raas RT 019 RW 008, Desa Rawa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ini paham betul akan manfaat madu memang bagus untuk kesehatan, maka ia pun menerima solusi itu. Segeralah ia rutin secara minum madu pahit itu 3x sehari. Sejak kapan? Menurutnya, sebulan lalu. Dan hasilnya? “Tensi stabil, tapi jantung masih belum ada perubahan,” jujurnya menutup perjumpaan.

Menurut WHO tahun 2008, lebih dari seperempat penduduk dunia menderita hipertensi. Penderita penyakit ini mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal sehingga mengakibatkan risiko kesakitan (morbiditas) dan risiko kematian (mortalitas). Tekanan darah dikatakan tinggi bila lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Sedangkan normalnya adalah 120/80 mmHg.

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi dua: hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer atau hipertensi esensial adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya. Sekitar 90% penderita hipertensi tergolong jenis ini. Sedangkan hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui, antara lain karena kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal, dan lain-lain.

Untuk menjaga agar tekanan darah tetap normal, yang perlu dilakukan adalah mengoreksi gaya hidup. Koreksi ini meliputi penurunan berat badan, pembatasan asupan garam, diet kolesterol dan lemak jenuh, pembatasan konsumsi alkohol dan kopi, menjauhi stres, tidak merokok, rajin berolahraga, dan sebagainya.

Saat ini berbagai madu pahit dengan berbagai merek telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Bahkan, saat ini juga tersedia Madu Bima 99 khusus, yakni Madu Kesuburan Pria, Madu Kesuburan Wanita, dan Madu Kecerdasan Otak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99.

Info Subdis. Kota Bandung 081233888443, 081298986777, 0878246620, 082283591371, Kab. Bandung 081809971954, 082283591371, Kab. Bandung Barat 082283591371, 08811664760, Kota Cimahi 082283591371, 089663325159, Sumedang 085314588854, Kota Cirebon 085315633339, Kab.Cirebon 085320372782, Indramayu 082127440386, Majalengka 081311105330, Kuningan 085224062020, Karawang-Purwakarta 087885340807, Subang 082110388081 Cianjur 0851723300026, Sukabumi 081224212156, Tasik 081294125912, Garut 082328166044.

Masih dibuka peluang menjadi Agen/Subdis tunggal untuk wilayah: Ciamis, Indramayu, Banjar, dan Pangandaran hubungi: Distributor Jabar 081298986777. (Adv)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help