TribunJabar/

Ketua MUI Hadir di Acara Peletakan Batu Pertama Masjid Raya Cilodong

Sebelum meletakan batu pertama, Ma'ruf sempat memberikan tausyiah istigosah kubro di . . .

Ketua MUI Hadir di Acara Peletakan Batu Pertama Masjid Raya Cilodong
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Ketua MUI KH Maruf Amin saat memberikan sambutan di sela peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Raya Cilodong, di Jalan Raya Bungursari, Purwakarta, Jumat (12/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Masjid Raya Cilodong di Jalan Raya Bungursari Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta akan dibangun tahun ini. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, Jumat (12/5).

Sebelum meletakan batu pertama, Ma'ruf sempat memberikan tausyiah istigosah kubro di Mako Brimob Sub Den C Purwakarta, yang berada di pinggir mesjid tersebut. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi hadir pada kesempatan itu. Mesjid itu berdiri di lahan seluas kurang lebih 9 hektare dengan alokasi anggaran kurang dari Rp 50 miliar.

Seperti diketahui, selama ini, kawasan Cilodong Desa Cibungur Kecamatan Bungursari dikenal sebagai pusat prostitusi jalanan di Purwakarta. Umumnya, praktik prostitusi itu terjadi malam hari di sepanjang jalan yang dipenuhi hutan-hutan jati itu.

Biasanya, bersamaan dengan praktik prostitusi itu, disertai juga warung-warung dadakan dengan pencahayaan lilin. Bersama itu, sejumlah PSK ikut menjajakan diri.

"Pernah kami tertibkan mereka tanpa kekerasan, tanpa konflik dan akhirnya bisa tertib, tidak ada lagi praktik prostitusi. Lalu kemudian penjual bunga ingin jualan disini dan sekarang asri karena banyak penjual bunga," kata Dedi dalam sambutannya.

Namun, belakangan, praktik prostutisi kembali muncul di kawasan itu dengan sembunyi-sembunyi, meski tidak seramai dulu. Sehingga, imej Cilodong sebagai tempat prostitusi ini masih melekat. Sebabnya, para pekerja seks komersial kembali ke Cilodong karena alasan ekonomi. Dedi lantas menemui 70 perempuan itu.

"Sekarang, tahun ini, kami akan membangun Mesjid Raya Cilodong. Mudah-mudahan, praktik yang aneh-aneh ini tidak terjadi lagi," katanya.

Sementara itu, KH Ma'ruf Amin menambahkan apa yang dilakukan Pemkab Purwakarta membangun masjid sebagai sarana keagamaan sebagai langkah positif.

"Karena pemimpin itu harus seperti itu, seperti apa yang dilakukan pak Dedi. Pemimpin itu harus bangun kemaslahatan, dan mesjid ini untuk kemaslahatan dan kemadorotan," katanya. (men)

Penulis: men
Editor: ddh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help