TribunJabar/

Video: Ini Ruangan Tempat Yusup Dikurung Selama 8 Tahun

Yusup dikurung sejak usianya 7 tahun. Kami berharap dengan dikurung di ruangan, tidak akan banyak yang terluka,

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID  - Sudah delapan tahun Yusup (15) tinggal di kamar pasungan. Ibunya, Ratnasari (38) dan ayahnya, Aat Nurjaman (35) mengurung Yusup karena anaknya itu sudah tak bisa dikendalikan.

Putra pertama mereka itu menderita gangguan jiwa sejak kecil. Semakin usianya bertambah, Yusup bertingkah semakin agresif terhadap orang lain. Tak jarang dia memukul, mencubit, menjambak rambut orang yang baginya asing. Bahkan kepada ayah dan ibunya sendiri.

"Yusup dikurung sejak usianya 7 tahun. Kami berharap dengan dikurung di ruangan, tidak akan banyak yang terluka, sebab teman-teman bermainnya juga sering diserang," ujar Ratnasari di kediamannya, Kamis (11/5/2017).

Ratna panggilan Ratnasari, tinggal di Blok Pareman RT01/04 Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Di rumah di gang sempit itu, satu kamar berukuran 2 x 2 meter diberi terali. Di kamar inilah Yusup sehari-hari dikurung. Yusup bisa bergerak cukup leluasa karena di kamar itu hanya ada sehelai kasur busa yang dilapir perlak warna hitam.

Namun, di tempat itu, Yusup hanya berada pada siang hari. Aktivitasnya di ruangan pasungan itu hanya makan, minum, dan bermain. Jika waktu tidur tiba, kedua orangtuanya akan bersusah payah memindahkan Yusup ke ruangan tidur yang juga berterali. Ruangan tidur lebih sempit. Ukurannya sekitar 1 x 2 meter. Yusup akan tidur di atas kasur kapuk.

"Ruangannya ada dua. Supaya Yusup tidak segalanya (melakukan semua aktivitas) di satu kamar," ujar Ratna.

Ratna mengatakan, gangguan kejiwaan Yusup dimulai dengan sakit keras pada saat usianya 2,5 tahun. Saat itu, Yusup mengalami kejang, meski suhu tubuhnya tidak tinggi. "Badannya dingin, tapi kejang. Waktu itu langsung koma selama 1,5 bulan. Di RS Kebon Jati sendiri dirawatnya cuma 2 minggu," ujarnya.

Tak kunjung sadar, Ratna diminta membawa anaknya pulang, Dia pun lantas memberi perawatan alakadarnya di rumahnya di belakang kompleks mewah Perumahan Singgasana Pradana, di Mekarwangi.

Yusup bangun dengan keadaan yang tidak sepenuhnya normal. Usianya semakin bertambah, dan dia menjalani beragam pengobatan, mulai dari medis hingga terapis.

Upaya-upaya itu tak membuahkan hasil. Yusup dibawa ke RSHS, namun oleh dokter tidak diperiksa maupun diberi obat. Begitupun saat dia dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat, di Cisarua, Lembang. "Dua minggu Yusup cuma diikat di ranjang. Tangan sama kakinya diikat. Berat badannya waktu itu turun drastis," ujar Ratna.

Karena kekecewaan terhadap dunia medis itu, Ratna kemudian membawa Yusup pulang. Dia bertekad untuk mengurus anaknya itu di rumah saja. "Sampai usianya 6 tahun, saya berhenti untuk membawa Yusup ke rumah sakit. Saya urus di rumah saja," ujarnya. (ram)

Penulis: Dian Nugraha Ramdani
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help