TribunJabar/

Sago Noodle dengan Sentuhan Oriental Ini Layak Dicicipi

Pilihan topping pun cukup banyak, yaitu marble, cincaw, karamel, nata de coco, black silky rice, selasih, chewy pillow, konnyaku

Sago Noodle dengan Sentuhan Oriental Ini Layak Dicicipi
Tribunjabar/Isa Rian Fadilah
Sago Noddle 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kabar baik buat para pencinta dessert. Belum lama ini muncul sebuah dessert unik di Bandung, namanya Sago Noodle atau mi sagu. Sago noodle merupakan sebuah manisan dingin yang diadopsi dari makanan tradisional Kalimantan Barat, Ce Hun Tiau, yang dikreasikan menjadi lebih menarik dengan beragam topping berselera.

Bahan dasar sago noodle adalah mi sagu. Mi sagu di Kalimantan dilengkapi dengan santan, cincau, gula merah dan es batu. Oleh Irene Indra Wijaya pemilik Tang Guan yang menjual Sago Noodle di Bandung, mi sagu dikombinasikan dengan sentuhan rasa oriental yang menggoda Anda untuk mencicipinya.

Sago Noodle adalah perpaduan antara mi sagu Kalimantan, Thailand, dan Taiwan. Sentuhan manisan Kalimantan terdapat pada mi sagu, sedangkan sensasi dessert Thailand berada pada supnya yang beragam dan rasa Taiwan terdapat pada variasi toppingnya.

Seperti namanya, sago noodle adalah mi yang dibuat dari sagu. Teksturnya lebih kenyal dari agar, lembut, dan tak berasa. Mi dibuat menjadi kering. Ketika akan disajikan, mi direbus air panas hingga melunak. Setelah matang, mi dimasukkan ke dalam air dingin.

Saat mi sudah dingin, mi dimasukkan mangkuk dan disiram susu segar, susu cokelat atau santan sebagai supnya. Mi yang sudah terendam sup kemudian ditaburi serutan es batu. Setelah itu dimasukkan topping.

Pilihan topping pun cukup banyak, yaitu marble, cincaw, karamel, nata de coco, black silky rice, selasih, chewy pillow, konnyaku, crunchy ball, kolang kaling, kacang merah, dan es krim. Terakhir, ditambahkan saus susu kental manis, cokelat, atau gula merah.

"Mi sagu direbus dulu, biar terjaga kesehatannya. Mi saya buat sendiri dari sagu saja," kata Irene saat ditemui di stan Tang Guan di Urflavour Market di Trans Studio Mall Bandung, kemarin.

Menurut Irene, pelanggan memfavoritkan topping marble dan chewy pillow. Marble berbentuk bulat, mirip ronde kecil, terbuat dari bahan mochi mochi tanpa isi. Sedangkan chewy pillow berbentuk kotak, mengandung rasa gula merah.

Lantaran unik, pembeli terlihat sangat menikmati melihat setiap tahap pembuatan sago noodle. Mereka memotret proses penghalusan es batu yang dimasukan ke dalam alat khusus. Setelah siap santap, mereka memfoto sago noodle yang berpenampilan cantik sebelum dimakan.

"Di Kalimantan Barat, mi sagu sangat terkenal. Dijual di pinggir jalan kaya sup buah di Bandung. Sama saya mi sagu dibikin modern. Karena di Bandung belum ada, saya buat lah mi sagu," ungkapnya.

Sago noodle bisa dipesan dengan topping minimal tiga buah. Topping tiga buah dipatok seharga Rp 25 ribu. Untuk topping isi 5 buah bisa dinikmati seharga Rp 30 ribu dan topping 8 dibanderol Rp 35 ribu. Setiap penambahan topping hanya perlu menambah Rp 3000.

Kedai Tang Guan sudah bisa dikunjungi di mal 23paskal mulai akhir Mei. Sementara ini, Sago Noodle baru bisa didapat di Urflavour Market di Trans Studio Mall Bandung yang berlangsung hingga 14 Mei. (ee)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help