TribunJabar/

Cimewah, Cincau Merah yang Segar Menyehatkan

Di tangan Aulia Fadhillah, buah bit digunakan sebagai salah satu bahan dasar dalam membuat agar cincau

Cimewah, Cincau Merah yang Segar Menyehatkan
ISA RIAN FADILAH
Cimewah 

Laporan Isa Rian Fadilah

TRIBUNJABAR.CO.ID - ES cincau berwarna hijau atau pun hitam sudah umum dijajakan di banyak tempat. Minuman segar yang berkhasiat membantu proses metabolisme tubuh dan pengobatan demam, diare, dan diabetes, ini pun bisa dikreasikan menjadi lebih lezat, menarik, dan lebih besar khasiatnya dengan tambahan buah bit.

Buah bit adalah bahan dasar red velvet, pewarna merah yang sering dipakai untuk martabak dan beragam kue lainnya. Di tangan Aulia Fadhillah, buah bit digunakan sebagai salah satu bahan dasar dalam membuat agar cincau. Mahasiswi Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ini membuat es cincau berwarna merah yang dinamakan cimewah.

Berbeda dengan es cincau biasa, agar cincau yang dipadukan dengan buah bit ini berubah menjadi berwarna merah kecokelatan. Anda tak akan mendapat kenikmatan es cincau biasa setelah mencoba cimewah. Dengan tambahan es krim vanila, stroberi, atau cokelat dan taburan seres, cimewah menjadi kudapan yang lezat lagi menyehatkan. Di dalam cimewah sudah mengandung komposisi wajib seperti gula merah dan santan.

"Buah bitnya kami petik sendiri dari pohonnya," ujar Aulia saat ditemui di kampus UPI, Jalan Setiabudi, Bandung, kemarin.

Tak mudah baginya mendapatkan warna merah alami untuk membuat cincau. Ia berkali-kali mencoba beragam bahan seperti buah naga merah dan rosela. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan. Setelah mencoba menggunakan buah bit, ia cukup puas dengan struktur rasanya yang tak terlalu berubah dibanding cincau hijau biasa. Terlebih lagi, khasiat buah bit yang baik bagi kesehatan organ hati dan mampu membersihkan racun membuatnya mantap menggunakan buah bit sebagai bahan agar cincau.

Ia mengaku telah melakukan studi pustaka dan riset lainnya untuk bisa mendapatkan pewarna merah alami. "Kami cari-cari jurnal referensi, tanya ke dosen kimia, cari pewarna merah yang alami dan paling bagus untuk makanan. Lalu akhirnya kami menemukan buah bit," ucap mahasiswi angkatan 2015 ini.

Cimewah
Cimewah (ISA RIAN FADILAH)

Awalnya cimewah dibuatnya untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan. Setelah itu, ia memutuskan untuk mengikuti program mahasiswa wirausaha dengan memasukkan proposal tentang cincau merah buatannya. Ketekunannya membuat cincau merah mengantarkannya meraih beasiswa wirausaha tingkat kampus dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Cimewah menjadi salah satu dari 50 mahasiswa yang mendapatkan dana bantuan. Dana tersebut kemudian digunakan untuk mengembangkan cimewah.

"Cimewah masih dalam tahap pengembangan. Ke depan, rencananya kalau misalnya sudah bisa produksi lebih banyak, kami bakal bikin kafe di masing-masing daerah dulu yang pusatnya di Bandung," katanya.

Cimewah masih diproduksi untuk kegiatan tertentu. Sejauh ini, cimewah telah diperkenalkan di berbagai kegiatan kampus dan PPM Daarut Tauhid. "Kami baru jual di hari-hari tertentu, kemarin baru jadi sponsor di jurusan BK, PKK, dan sekarang Tata Boga," katanya. (ee)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: ddh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help