TribunJabar/

Banjir Bandang

Yani, Korban yang Rumahnya Hanyut Mengaku Takut Banjir Bandang Terulang

Rumahnya yang berukuran 8x6 meter terletak di Kampung Kaum Kidul Barat, Desa dan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung tak bisa bertahan . . .

Yani, Korban yang Rumahnya Hanyut Mengaku Takut Banjir Bandang Terulang
ISTIMEWA
Banjir bandang luapan Sungai Ciwidey di Kampung Cihanjawar, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Rabu (3/5/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

CIWIDEY, TRIBUNJABAR.CO.ID –  Mata Yani (43) berkaca-kaca ketika menceritakan rumahnya yang hanyut oleh banjir bandang  pada Rabu (3/5/2017) malam.  Saat ditemui Tribun, Yani mengaku sangat akut untuk kembali menghuni rumah di bantaran Sungai Ciwidey. Ia trauma kejadian semalam kembali terulang.

Rumahnya yang berukuran 8x6 meter terletak di Kampung Kaum Kidul Barat, Desa dan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung tak bisa bertahan setelah debit air yang deras menghantam tembok penahan tebing rumahnya.

“Inginnya kami pindah, karena kami tidak tenang, kalau dari hulu sudah gelap (langitnya) air bawaan selalu datang dengan derasnya, saat terjaga saja saya selalu ketakutan,” kata Yani.

Yani bersama dengan suaminya, Rustawan (53), untuk sementara tinggal di rumah tetangganya. Ketiga anak dan dua menantunya juga ikut mengungsi. Mereka hanya bisa menyelamatkan harta benda seadanya. “Saya hanya bisa menyelamatkan beberapa barang dari dapur, kalau di ruang tengah sudah habis, di sana ada televisi dan lain-lain,” ujar Yani.

Rustawan mengatakan saat peristiwa terjadi, ia berupaya mengeluarkan semua anggota keluarganya yang ketika berada di dalam rumah. Sementara itu, istrinya masih berada di dapur. “Kami keluar dari rumah dengan menyusuri benteng rumah, karena air sudah masuk ke pintu rumah, mengerikan sekali,” katanya.

Peristiwa seperti ini, bukan yang kali pertama dialami oleh Rustawan dan keluarganya. Pasalnya, pada 2014 lalu, pabrik tahu yang berada di depan rumahnya sekarang, terbawa hanyut bersama dengan seluruh peralatannya. “Sampai sekarang belum memulai lagi, karena uangnya mau darimana,” ujarnya. (dam)

Penulis: Yudha Maulana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help