TribunJabar/

Para Santri di Jabar Bersiap Jadi Wirausahawan, Ini Konsep yang Sedang Dikerjakan

Tahun ini para santri pondok pesantren di seluruh Jawa Barat akan digenjot menjadi wirausahawan

Para Santri di Jabar Bersiap Jadi Wirausahawan, Ini Konsep yang Sedang Dikerjakan
TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Ketua DPW Laskar Aswaja Jawa Barat, H Abdul Azis 

NAGREG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Tahun ini para santri pondok pesantren di seluruh Jawa Barat akan digenjot menjadi wirausahawan selain pandai mengaji maupun berdakwah, dengan program santripreuneur yang digagas oleh DPW Laskar Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) Jawa Barat

Program santripreuner tersebut merupakan salah satu upaya memberdayakan ekonomi kemasyarakatan di Jawa Barat. Sehingga, perekonomian masyarakat akan kembali menggeliat. 

Selain itu, DPW Laskar Aswaja Jawa Barat juga tengah menggaungkan konsep back to pasar dengan mengembalikan pasar tradisional sebagai sentral perekonomian masyarakat. Penggaunhan konsep back to pasar tersebut juga ditunjang dengan keberadaan warung masyarakat di setiap perkampungan. 

"Kami tengah berusaha merubah kesan santri yang hanya pandai mengaji dan berdakwah saja. Tapi lulusan santri nantinya akan jadi pengusaha atau wirausahawan yang mampu menggeliatkan perekonomian masyarakat," ujar Ketua DPW Laskar Aswaja Jawa Barat, H Abdul Azis di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (3/5). 

Abdul menambahkan, DPW Laskar Aswaja Jawa Barat juga tengah menggenjot baitul mal wa tamwil yang nantinya akan menjadi wadah perbankan syariah yang ada di setiap pondok pesantren yang ada di Jawa Barat

Selain itu, DPW Laskar Aswaja Jawa Barat juga akan menggenjot koperasi pondok pesantren (kopontren) yang nantinya dapat menyalurkan kredit pinjaman kepada para santri yang sudah dilatih menjadi seorang wirausahawan. Tentunya, kata dia, dengan dukungan dari baitul mal wa tamwil. 

"Kami akan berikan pelatihan kepada santri ditiap pondok pesantren tentang perekonomian kemasyrakatan yang produktif. Lulusan santri nantinya bisa siap terjun ke masyarakat dengan kemampuan berwirausahanya itu," kata dia. 

Sehingga, lanjut dia, lulusan santri setelah lulus dan terjun ke masyarakat tidak terbelenggu lagi dengan kehidupan tradisional selama menimba ilmu di pondok pesantren. Lulusan santri juga dapat merubah mindset untuk tidak hidup dan ketergantungan dengan sumbangan infaq.(raw)

Penulis: raw
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help