TribunJabar/

Guru Honorer di Purwakarta Ini Menurut Saja ''Diusir'' Bupati dari Rumahnya, Malah Menangis Bahagia

"Bapak sekarang pergi dulu dari rumah, kami mau perbaiki rumahnya," ujar Dedi. Agung tidak bisa berbuat banyak dan menuruti perintah pa bupati.

Guru Honorer di Purwakarta Ini Menurut Saja ''Diusir'' Bupati dari Rumahnya, Malah Menangis Bahagia
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Afif Afiatullah guru PNS di Purwakarta saat bersama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, di kediaman guru honorer Agung Bagja Firmansyah yang diperbaiki di Kelurahan Nagri Kidul Kecamatan Purwakarta Kota, Selasq (2/5). 

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Bupati Purwakarta "mengusir" seorang guru honorer dari rumahnya yang dinilai tidak layak di Kampung Karang Anyar, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta, pada Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5).

Rumah itu ditempati Agung Bagja Firmansyah, guru honorer mata pelajaran biologi di SMP Negeri Satap Desa Cilangkap Kecamatan Babakan Cikao.

"Bapak sekarang pergi dulu dari rumah, kami mau perbaiki rumahnya," ujar Dedi.

Agung tidak bisa berbuat banyak dan menuruti perintah orang nomor satu di Purwakarta itu. Agung beserta istri dan anaknya dibiayai mengontrak rumah.

"Selagi rumahnya diperbaiki, pak Agung ngontrak rumah dulu," ujarnya.

Agung merupakan guru honorer sejak 2006 dan mendapat honor Rp 240 ribu per bulan. Namun, karena guru SMP Satap, ia mendapat stimulus dari Bupati Purwakarta.

"Ada dana stimulus Rp 500 ribu per bulan. Jadi sebulan dapat Rp 740 ribu. Dibantu penghasilan istri yang juga guru honorer dengan penghasilan Rp 400 ribu per tiga bulan," katanya.

Selain Agung, Dedi juga memperbaiki rumah dua guru honorer bernama Rita Comala dan Jakun yang telah bekerja lebih dari 5 tahun.
Satu lagi, seorang guru PNS Afif Afiatulah yang ekonomi keluarganya jatuh setelah gagal dalam usaha.

Afif juga sempat menjadi pengisi acara di sebuah stasiun televisi swasta. Afif tidak mendapat sertifikasi karena ijazah sarjananya belum ia kantongi.

"Waktu pak Dedi masih jadi wakil bupati, rekomendasi honorer saya dari pak Dedi. Jadi saya malu kalau dibantu lagi sama pak Dedi," katanya.

Afif juga memilimi suara yang enak didengar. Ia bahkan sempat menyanyi di depan Dedi dan kemudian menangis. (men).

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help