TribunJabar/

Hardiknas

Bupati Dedi: "Pelajar Tidak Berguna bagi Orangtuanya Tidak Boleh Naik Kelas''

"Kalau pak Menteri Pendidikan mau bikin jam pelajaran 8 jam, menurut saya tanggung, 24 jam saja sekalian asalkan yang diberikan pendidikan aplikatif,

Bupati Dedi:
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat meninjau Waduk Jatiluhur, Senin (26/12/2016). 

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan pelajar tidak boleh naik kelas jika tidak berguna bagi orang tuanya. Menurutnya, pendidikan budi pekerti yang mengedepankan kualitas mental pelajar harus jadi pendekatan utama dalam pendidikan si Indonesia.

"Pelajar yang tidak berguna bagi orang tuanya mah harusnya tidak boleh naik kelas karena tidak punya budi pekerti dan sekolah gagal jika tidak membentuk budi pekerti yang baik pada pelajar," ujar Dedi saat ditanya soal Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Selasa (2/5) di Kelurahan Nagri Kaler Kecamatan Purwakarta Kota.

Pendidikan menurutnya, harus membentuk karakter pelajar menjadi pribadi yang kuat. Kemudian, pelajaran yang diberikan di sekolah tidak harus serta merta untuk syarat kenaikan kelas saja.

"Kalau pak Menteri Pendidikan mau bikin jam pelajaran 8 jam, menurut saya  tanggung, 24 jam saja sekalian asalkan yang diberikan pendidikan aplikatif," ujarnya.

Ia memberi contoh pelajaran kimia misalnya, seharusnya yang diajarkan adalah bagaimana agar air di sekolah bisa diminum. Guru harus bisa mengajarkan bagaimana mengukur Ph air. Jika kotor, bagaimana membersihkannya.

Kemudian jika orang tua pelajar pedagang, harusnya pelajar tersebut diwajibkan membantu orang tua berdagang sebagai bagian dari pendidikan berdagang.

"Jangan sampai orang tuanya berdagang, anaknya hanya bisa minta uang untuk beli pulsa smart phone, beli bensin untuk motor kreditan lalu tiba-tiba kecelakaan dan bikin susah orang tua. Itu namanya pelajar tidak berguna, negara menghambur-hamburkan uang untuk biayai pelajar seperti itu," katanya.

Ia menambahkan, seorang guru juga harus mampu mengikis sisi buruk seorang pelajar. "Jangan sampai kelak ketika sudah dewasa jadi orang jahat. Makanya sejak dini guru harus mengikis sifat buruk pelajar itu," ujarnya. (men)

Penulis: men
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help