TribunJabar/

Nyaba Purwakarta Ajak Pelajar Bermain dan Belajar di Burangrang

Puluhan pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Purwakarta mengikuti workshop menulis wisata di Curug Cipurut, Desa . . .

Nyaba Purwakarta Ajak Pelajar Bermain dan Belajar di Burangrang
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Puluhan pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Purwakarta mengikuti workshop menulis wisata di Curug Cipurut, Desa Sumurugul Kecamagan Wanayasa Kabupaten Purwakarta, Sabtu (29/4/2017). Agenda ini digelar komunitas Nyaba Purwakarta (Nyapa), yang beranggotakan sejumlah jurnalis di Purwakarta. 

PURWAKARTA,TRIBUN- Puluhan pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Purwakarta mengikuti workshop menulis wisata di Curug Cipurut, Desa Sumurugul Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta, Sabtu (29/4). Agenda ini digelar komunitas Nyaba Purwakarta (Nyapa), yang beranggotakan sejumlah jurnalis di Purwakarta.

Selain workshop travel note, dalam gelaran ini, puluhan pelajar juga bersuka ria mengikuti permainan dengan para pecinta alam dari Pendaki Liar, yang juga beranggotakan sejumlah karyawan PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi. Para pelajar itu berasal dari SMA Negeri 1 dan 2 Purwakarta, SMA Negeri 1 Campaka, SMK Negeri 1 Bojong dan Kiarapedes, SMAN 1 Wanayasa dan MA YPMI Wanayasa.

Agen Setiawan dari Pendaki Liar menjelaskan ihwal Curug Cipurut yang berada di Gunung Burangrang ini. Menurutnya, Curug Cipurut diberi nama itu karena di bagian atas terdapat pohon jeruk purut. Ia juga sempat mengulas secara umum ihwal gunung dengan tinggi 2060 Mdpl itu, termasuk peristiwa-peristiwa jatuhnya pesawat.

Ia juga sempat mengkritik pengelolaan Curug Cipurut yang kurang maksimal karena kebersihanya tidak terjaga karena banyak sampah di pinggiran hutan.

"Gunung Burangrang ini sangat istimewa karena memiliki 12 puncak dan memiliki kandungan air yang melimpah dan bermanfaat bagi banyak orang," ujarnya.

Karenanya, keterlibatan para pelajar dalam agenda di alam terbuka merupakan hal penting sebagai stimulan generasi muda bisa melindungi alamnya.

"Karena alam itu jujur, jika kita merusak maka akibatnya tidak tanggung-tanggung. Alam juga memberi kebaikan, karenanya berikanlah yang terbaik untuk alam, syukuri anugerah Tuhan pada manusia," kata Agen saat memulai permainan kekompakan pada mereka.

Dian Firmansyah, Koordinator Nyapa menjelaskan agenda tersebut hanya ingin mengajak para pelajar untuk bermain sambil belajar. "Substansinya hanya ingin menegaskan bahwa belajar sambil bermain di alam terbuka itu menyenangkan. Hal-hal estetis di alam memunculkan kekaguman, nah bagainana mendeskripsikan kekaguman itu dalam tulisan," ujar Dian.

Ia menambahkan, saat ini digitalisasi informasi meniscayakan kemudahan. Potensi alam yang bernilai wisata harus bisa terakses oleh semua kalangan sekalipun itu dipelosok Namun, kata dia, harus tetap menjaga keseimbangan alam.

"Menumbuhkan kesadaran menulis cerita tentang wisata dan potensi wisata di era dewasa ini sangat penting. Supaya desa yang merupakan gudangnya tempat wisata bisa maju," ujar Dian.

Dalam kegiatannya, Dian mengaku rutin menjelajahi tempat-tempat tersembunyi di Purwakarta yang memiliki estetika alam dan keunikannya tersendiri.(men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help