TribunJabar/

Coffee Break

Katakan dengan Bunga

INI bukan peribahasa: jika foto atau gambar dapat mengungkapkan lebih dari seribu kata, maka bunga bisa menyampaikan sejuta makna.

Katakan dengan Bunga
dokumentasi
Hermawan Aksan, Wartawan Tribun

INI bukan peribahasa: jika foto atau gambar dapat mengungkapkan lebih dari seribu kata, maka bunga bisa menyampaikan sejuta makna. Boleh dikatakan, kita dapat mengungkapkan perasaan apa pun dengan bunga. Taruh kata Anda sulit mengungkapkan perasaan kepada pasangan Anda dengan kata-kata, cobalah beri pasangan Anda bunga. Sekuntum bunga segar niscaya akan membuat hati pasangan Anda berbunga-bunga.

Untuk lingkup yang lebih luas, kita tetap bisa melakukan hal yang sama. Bedanya, bunga yang kita berikan umumnya lebih dari sekuntum. Bisa saja seikat bunga yang sama, bisa seikat bunga yang berbeda-beda, bisa pula karangan bunga yang lebih besar dan diberi tulisan.

Karangan bunga, menurut KBBI, adalah pelbagai macam bunga yang disusun dan diatur menjadi suatu bentuk yang elok, sebagai tanda ucapan selamat, untuk hiasan atau tanda turut berdukacita. Kata karangan dalam karangan bunga bermakna hasil mengarang. Kata mengarang sendiri, dari kata dasar karang, berarti menyusun atau merangkai.

Seperti dikutip dari berbagai literatur, karangan bunga memiliki sejarah panjang. Konon, karangan bunga dalam vas tertua tercatat berasal dari Mesir pada 2.500 tahun sebelum Masehi. Saat itu sudah terdapat karangan bunga teratai karena dianggap sebagai tanaman suci. Jenis bunga lain yang sering digunakan adalah tanaman herbal, palem, iris, anemon, dan bakung (narcissus).

Di Olimpiade kuno, di tahun-tahun awal Masehi, karangan bunga zaitun dipakai sebagai mahkota pemenang. Di Polandia, karangan bunga, yang dikenal sebagai wieniec, terbuat dari berbagai tanaman biji-bijian yang dipanen, mulai dari buah hingga kacang-kacangan, sebagai bentuk rasa syukur mereka atas hasil panen yang mereka peroleh. Wieniec kemudian dibawa ke gereja untuk diberkati pendeta. Prosesi tersebut diikuti dengan perayaan dan pesta.

Saat ini karangan bunga hasil panen umum digunakan sebagai hiasan rumah tangga di Eropa. Karangan bunga hasil panen ini dikaitkan dengan aliran spiritual animisme. Bagi mereka, karangan bunga hasil panen adalah jimat suci. Karangan ini disusun menggunakan gandum atau tanaman panen lainnya, yang dijalin dengan benang wol warna merah dan putih. Bunga hasil panen tersebut akan digantung di pintu sepanjang tahun.

Merangkai bunga sebagai bentuk seni dibawa ke Jepang dari Cina ratusan tahun lalu oleh para biksu Buddha yang belajar di sana. Di Cina kuno, merangkai bunga berkembang menjadi bentuk seni yang sangat tinggi dengan berprinsip bahwa hidup adalah suci termasuk kehidupan tanaman. Oleh karena itu, bunga potong yang dipakai dalam rangkaian bunga digunakan dengan hati-hati. Karangan bunga juga menjadi ritual tradisional di kalangan umat Buddha.

Di Jepang, berkembang seni merangkai bunga yang disebut ikebana. Buku tentang merangkai bunga Jepang tertua yang diketahui terbit di tahun 1445. Keunikan khas seni merangkai bunga ikebana adalah kesederhanaan dan bentuknya yang linier. Ikebana juga telah memengaruhi seni rangkaian bunga barat sejak akhir abad ke-19.

Merangkai bunga sebagai seni di Eropa pertama kali didokumentasikan di Belanda yang dibuat dalam bentuk lukisan. Pada abad ke-18, rangkaian bunga digunakan untuk menghiasi rumah-rumah para pejabat dan keluarga yang kaya-raya.

Di Indonesia, karangan bunga identik dengan perayaan, baik perayaan kebahagiaan seperti upacara pernikahan, perayaan wisuda, ulang tahun, pembukaan sebuah perusahaan/kantor, maupun perayaan kematian.

Selama sepekan lalu, terjadi fenomena langka: lebih dari empat ribu karangan bunga diterima Balai Kota DKI Jakarta. Tetangga saya bilang, baru kali inilah seorang pejabat yang hendak meninggalkan jabatannya menerima begitu banyak karangan bunga. Karangan bunga itu memang ditujukan untuk duet Ahok-Djarot.

Apa makna karangan bunga yang dikirimkan untuk Ahok-Djarot itu? Jika kita mengacu pada KBBI, ada tiga makna karangan bunga: (1) tanda ucapan selamat, (2) hiasan, (3) tanda turut berdukacita. Pasangan Ahok-Djarot sudah pasti kalah dalam pemilihan gubernur DKI. Jadi, karangan bunga itu jelas bukan tanda ucapan selamat. Apakah untuk hiasan? Rasanya sulit diterima akal ribuan karangan bunga itu dikirim untuk hiasan.

Jadi, tanda turut berdukacita? Ya, tampaknya inilah yang benar: para pendukungnya mengungkapkan dukacita mereka atas kekalahan Ahok-Djarot, seakan-akan kekalahan itu adalah sebuah kematian. Namun, tentu tidak sesederhana itu. Bisa saja lebih dari sekadar dukacita: sebagai ungkapan simpati, tanda terima kasih, atau ucapan selamat tinggal.

Ada kalangan yang mengkritik kiriman karangan bunga itu sebagai bentuk pemborosan. Fadli Zon, misalnya, menyebutnya sebagai pencitraan belaka dan alangkah lebih baik jika uangnya diberikan kepada anak yatim.

Begitulah, selalu ada pro-kontra. (*)

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help