TribunJabar/

Banjir

Banjir Kerap Terjadi, Warga Minta Pemda Turun Tangan

Banjir kerap mengakibatkan kemacetan panjang yang terjadi dari dua arah baik dari arah Cimareme-Padalarang maupun . . .

Banjir Kerap Terjadi, Warga Minta Pemda Turun Tangan
TRIBUN JABAR/MUMU MUJAHIDIN
Sejumlah kendaraan tampak melintas di Jalan Raya Batujajar Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (30/4/2017) setelah banjir yang terjadi kemarin sore hingga malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

BATUJAJAR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kerap terjadi banjir di Jalan Raya Batujajar Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat saat musim hujan tiba, warga meminta pemerintah daerah turun tangan menyelesaikan permasalahan lingkungan yang terjadi setiap tahun.

"Dampaknya memang tidak ke pemukiman warga seperti di Bandung, tapi pada lalu lintas. Masa setiap banjir harus macet hingga berjam-jam sampai air surut, kan kasihan masyarakat juga," tutur Rohman (46) supir angkutan umum, di Batujajar, Minggu (30/4).

Menurutnya banjir di Batujajar ini kerap mengganggu para pengendara terutama pengendara motor dan mobil kecil seperti dirinya yang kerap memaksakan menerjang banjir karena membawa penumpang.

"Kalau sampai mati sih enggak saya mah, paling motor yang mati mah. Cuma kalau banjir disini pasti macet, nah ngantrinya itu yang lama sampai berjam-jam kita kan bawa penumpang kasihan jadi lama," ujarnya.

Macet yang ditimbulkan akibat banjir tersebut kerap terjadi hingga berjam-jam lamanya seperti kemarin, Sabtu (29/4/2017) terjadi macet hingga 5 jam lamanya sampai cukup surut dan bisa dilalui oleh kendaraan.

Banjir dengan ketinggian setinggi lutut orang dewasa ini menggenangi seluruh badan jalan. Banjir kerap mengakibatkan kemacetan panjang yang terjadi dari dua arah baik dari arah Cimareme-Padalarang maupun dari arah Cihampelas-Batujajar.

Widodo Setiadi (48) warga setempat mengatakan bajir disebabkan oleh sistem saluran air (selokan) yang tidak terawat dan kecil. Selain itu sistem drainase yang buruk karena banyak yang tertutup oleh bangunan seperti pabrik dan sekolah yang berada tak jauh dari lokasi.

"Sumber airnya dari atas dari arah atas (Cimahi) masuk ke sini, karena bentuknya cekungan dan solokannya juga tidak terurus makanya banjir setiap hari udah seminggu seperti ini," tuturnya kemarin di lokasi.

Widodo mengeluhkan banjir sepanjang sekitar 100 meter tersebut disebabakan kurangnya perhatian pemerintah setempat terhadap lingkungan dengan memberikan izin terhadap sejumlah bangunan sehingga menutup saluran air.

"Harusnya perawatan selokan dilakukan oleh PU pengairan jangan sampai tak terurus seperti ini airnya jadi tidak jalan dengan baik. Saluran airnya juga banyak yang tertutup oleh bangunan, makanya harus ditertibkan," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Tribun di lokasi, kemarin pagi genangan air masih menutup bagian badan jalan, meski masih bisa dulalui kendaraan dengan baik dan lancar. Namun selokan yang berada di dua sisi jalan tampak penuh dan meluap. Air tampak tidak mengalir karena salurannya terutup sehingga meluap ke badan jalan. (mud)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help