TribunJabar/

Pengurus Baru PPUN Bangun Komunikasi dengan Pemerintah Majukan Sektor Perunggasan

Kami akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah dan swasta agar persoalan di perunggasan ini bisa diselesaikan

Pengurus Baru PPUN Bangun Komunikasi dengan Pemerintah Majukan Sektor Perunggasan
ISTIMEWA
Pelantikan pengurus baru Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara periode 2017 – 2022, setelah melalui Kongres PPUN ke V di Bogor, Kamis (27/4/2017). 

BOGOR, TRIBUNJABAR.CO.ID – Ketua PPUN (Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara) terpilih periode 2017 – 2022, Dudung Rahmat, berjanji akan berupaya maksimal dalam membela kepentingan peternak rakyat dan anggota PPUN. Tantangan sektor unggas di masa mendatang memang tidak akan mudah. Namun, ia optimistis akan ada solusi agar peternak rakyat mendapatkan kesejahteraan.

 “Kami akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah dan swasta agar persoalan di perunggasan ini bisa diselesaikan secara bersama-sama. Diharapkan akan dihasilkan solusi terbaik untuk kepentingan bersama agar semua bisa berusaha secara berkeadilan,” katanya, usai acara pelatikan yang dilakukan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Surachman Suwardi, di Bogor, Kamis (27/4).

Seperti tertulis dalam rilis yang diterima Tribun, pemilihan pengurus baru PPUN itu dilakukan melalui sebuang kongres. Organisasi ini menggelar Kongres PPUN V sekalis seminar dengan tema “Mengembalikan Kejayaan Peternak Ayam Ras Usaha Kecil & Menengah di Indonesia.”

Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara menggelar Kongres PPUN V di Bogor, Kamis (27/4/2017).
Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara menggelar Kongres PPUN V di Bogor, Kamis (27/4/2017). (ISTIMEWA)

Turut memperkuat Dudung dalam kepengurusannya, terpilih Wismarianto sebagai Wakil Ketua; Kadma Wijaya sebagai Sekretaris; Alvino sebagai Wakil Sekretaris; Agus Suwarna, Widianto Marmer, dan F Julianto sebagai bendahara.

Terhadap kepengurusan yang baru dan organisasi PPUN, Ketua Umum GOPAN  (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional), Herry Dermawan berharap organisasi maupun para peternah bisa memanfaatkan peluang dari program pemerintah yang menghendaki adanya pemerataan ekonomi. PPUN sebagai organisai peternak rakyat penopang utama GOPAN memiliki banyak anggota yang keberadaanya dekat dengan ibukota Jakarta dan berperan di kancah nasional. Maka hal itu juga sebuah keuntungan strategis yang bisa dimanfaatkan.

 “Momentum ini harus kita ambil untuk mengembalikan kejayaan peternak rakyat,” kata Herry.

Ketua Ketua Umum PPUN periode 2013 – 2017, Sigit Prabowo,  mengatakan, Kongres PPUN V sebagai bentuk proses reorganisasi sekaligus regenerasi kepengurusan.

“Kongres merupakan forum tertinggi untuk menentukan langkah dan posisi strategis organisasi sekaligus forum evaluasi organisasi dalam kurun waktu kepengurusan selama 4 tahun terakhir,” ujarnya.

Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara menggelar Kongres PPUN V di Bogor, Kamis (27/4/2017).
Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara menggelar Kongres PPUN V di Bogor, Kamis (27/4/2017). ((ISTIMEWA))

Ia melanjutkan, selama periode kepengurusannya, beragam aktivitas dan gerakan dilakukan PPUN. “Kami sudah berkali-kali melakukan audiensi dengan pemerintah, melalui KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), bahkan dengan demonstrasi untuk mencari solusi perbaikan bagi peternak,” tandasnya.

Tidak kalah penting, yang menjadi salah satu fokus di kepengurusan adalah upaya menuntut amandemen Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan terutama di pasal tentang budidaya.

“Budidaya ayam harus dikembalikan ke peternak rakyat,” tutur Sigit.

Menanggapi laporan pertanggungjawaban Sigit, forum sidang yang dipimpin Ketua Presidium, Kadma Wijaya ini sepakat menerima tanpa catatan laporan kepengurusan PPUN periode 2013 – 2017 tersebut.

Kongres kemudian dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan pembicara Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Surachman Suwardi dan Asisten Deputi Perikanan dan Peternakan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Untuk diketahui, PPUN  lahir Februari 2001 yang dideklarasikan di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor. Lahir pada masa krisis moneter PPUN diharapkan bisa mewadahi peternak ayam ras broiler. Pembentukan PPUN diharapkan bisa menjadi saluran informasi dari semua kegiatan perunggasan sekaligus bisa menjadi saluran komunikasi terhadap perusahaan integrasi dan pemerintah.

Dengan satu tujuan dan pembuktian bahwa sebagai peternak broiler mandiri/rakyat yang masih mempunyai semangat untuk bangkit memperjuangkan hak berbudidaya ayam di Indonesia melalui wadah asosiasi yang bernama PPUN. (Dia/*)

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help