TribunJabar/

Kuliner

Sedapnya, Cwie Mie dengan Taburan Penggugah Selera

SEMILIR angin yang sejuk di bawah pepohonan rindang Jalan Lombok, membikin betah. Suasana itu semakin lengkap dengan semangkuk . . .

Sedapnya, Cwie Mie dengan Taburan Penggugah Selera
ISA RIAN FADILAH

Laporan Isa Rian Fadilah

TRIBUNJABAR.CO.ID - SEMILIR angin yang sejuk di bawah pepohonan rindang Jalan Lombok, Kota Bandung, membikin betah. Suasana tersebut semakin lengkap dengan semangkuk Cwie Mie 87. Kedai mi khas Malang yang sudah beroperasi selama empat tahun ini, tak pernah sepi pelanggan. Kelezatan mi dengan beragam varian topping didukung dengan sejuknya tempat, mendorong banyak orang untuk menikmatinya.

Mi dan bakso di sini diproduksi sendiri. Tekstur mi lebih tipis dibanding mi kebanyakan. Sedangkan bakso berukuran kecil namun mengandung lebih banyak daging sapi. Menariknya, mi dilengkapi taburan-taburan lezat seperti suwir ayam, acar, ceker, ati ampela, kikil balado, kulit ayam, pangsit isi daging, daun salada, dan kerupuk pangsit.

"Kami ingin mengenalkan makanan khas Malang di Bandung, cuma kami punya variasi berbeda dengan yang lain," ujar pemilik Cwie Mie 87, Panji Akbar Nugraha, saat di temui di kedainya pekan lalu.

Untuk memberikan pelayanan cepat, lebih dari 10 mangkuk sudah diberi beragam bumbu, yakni kaldu, garam, minyak, bawang, dan daun salada. Saat banyak pesanan masuk, mi mulai direbus. Tak berselang lama, mi segera masuk ke mangkuk-mangkuk tersebut disambung dengan topping sesuai pesanan.

Kuah tidak diberi kaldu atau bumbu lantaran sudah disajikan terpisah. Bakso yang mengandung banyak daging memberikan aroma dan rasa terhadap kuah.

Kerumunan orang yang menyantap mi di bawah pohon besar sudah jadi pemandangan biasa di Cwie Mie 87. Dalam sehari, 375 porsi mi ludes terjual di awal pekan. Di akhir pekan, sekitar 500 porsi mi bisa habis.

Cwie Mie 87 beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00. Cwie Mie 87 juga bisa didapat di Jalan Sunda dan Rancaekek.

Kulit Krispi Bikin Penasaran

MENU mi di sini cukup terjangkau. Menu orisinal berisi mi, suwir ayam, dan dua butir bakso bisa dinikmati seharga Rp 11 ribu. Menu spesial berisi mi, suir ayam, bakso, ati ampela, dan kulit krispi bisa dinikmati seharga Rp 20 ribu.

"Di sini banyak anak sekolah, jadi enggak matok harga tinggi. Ada satu keluarga pembeli kaget pas bayar harganya enggak sampai Rp 100 ribu," katanya.

Seorang pelanggan asal Jakarta, Rudy Jepang, tertarik dengan kulit krispinya. Ia kira kulit tersebut adalah ayam. Ia baru sadar bahwa itu kulit ayam setelah memakannya.

"Emang enak. Mantap sih. Baksonya juga mantap," ujarnya, sambil menyantap mi.

Panji yang selalu hadir melayani pelanggan pun menjadi daya tarik sendiri bagi pelanggan wanita. Pasalnya, parasnya yang terbilang enak dipandang tak jarang membuat pelanggan wanita meminta untuk berfoto bersama. Saat Tribun berkunjung, seorang pelanggan wanita asal Sukabumi meminta berfoto bersama Panji. (ee)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help