TribunJabar/

Budaya

Seba Nagri, Warga Desa Bawa Hasil Bumi ke Pendopo Bupati Purwakarta

Dalam berbagai literatur, Seba Nagri merupakan penyerahan hasil bumi pada pemerintah setempat sebagai bagian dari rasa syukur

Seba Nagri, Warga Desa Bawa Hasil Bumi ke Pendopo Bupati Purwakarta
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Warga desa menyambangi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, di Pendopo Pemkab Purwakarta, Rabu (26/4). 

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Sekitar seribuan aparat pemerintahan desa dan warga dari sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar) mendatangi Pendopo Pemkab Purwakarta, Rabu (26/4).

Mereka membawa berbagai hasil bumi dan diserahkan pada Bupati Purwakarta. Dalam tradisi masyarakat Sunda, tradisi ini dinamakan Seba Nagri. Masyarakat adat di Provinsi Banten seperti Baduy Luar dan Baduy Dalam masih melaksanakan tradisi ini setiap tahun.

Dalam berbagai literatur, Seba Nagri merupakan penyerahan hasil bumi pada pemerintah setempat sebagai bagian dari rasa syukur masyarakat karena mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah, kegiatan seba ini tanpa ada paksaan dari manapun.

Di Jawa Barat (Jabar), Bupati Purwakarta menghadirkan tradisi itu sebagai bagian dari melestarikan tradisi budaya Sunda dengan mengakomodir keberadaan masyarakat desa.

Pantauan Tribun, mereka membawa hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, beras hingga masakan olahan berbahan dasar hasil bumi.

Salah seorang warga Cianjur, Soleh (45) mengaku pernah didatangi Dedi dan memberikan bantuan saat Soleh kesulitan. Ia datang bersama keluarganya, membawa beras, pisang dan sayuran.

"Pak Dedi pernah ke Cianjur bantu saya saat susah, jadi giliran saya yang datang kesini bawa oleh-oleh dari kampung sebagai ucapan terima kasih," ujar Soleh.

Hal senada dikatakan warga Desa Dawuan Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang, Jajang (40) mengatakan sengaja datang ke Purwakarta karena sama-sama pernah didatangi Dedi saat silaturahmi lebaran.

"Pak Dedi kan orang Subang, rumahnya dekat dengan desa kami. Waktu itu ada anggota keluarga kami yang sakit, pak Dedi nengok dan kasih bantuan. Saya pertama kali kesini, bawa oleh-oleh juga," kata Jajang.

Dedi mengucapkan terima kasih telah dikunjungi warga yang pernah didatanginya. Menurutnya, itu bagian dari masyarakat pedesaan dengan dirinya sebagai pemimpin Purwakarta. Ia mengaku berasal dari desa yang menekuni pertanian, perkebunan, peternakan dan gotong royong sebagai ciri masyarakat desa.

"Setelah periode kedua jabatan saya di Purwakarta, saya sudah membangun silaturahmi dengan masyarakat desa di 1000-an desa. Di setiap desa, saya selalu bikin kenang-kenangan dengan memberdayakan satu keluarga hingga ekonominya berdaya," katanya. (men)

Penulis: men
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help