TribunJabar/

1.000 Karangan Bunga untuk Ahok Tak Tertampung Lagi di Balai Kota, PNS Kebingungan

"Kalau sudah dihitung semua, bisa 1.000 nih. Tapi kita belum sempat hitung karena datang terus bunganya," ujar Marwan.

1.000 Karangan Bunga untuk Ahok Tak Tertampung Lagi di Balai Kota, PNS Kebingungan
(KOMPAS.com/JESSI CARINA )
Karangan bunga untuk Ahok dan Djarot diletakan di trotoar Balai Kota, Rabu (26/4/2017). Hal ini karena ruang terbuka di dalam Balai Kota tidak cukup lagi menampung karangan bunga itu. 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejak Jumat, (21/4/2017), kiriman karangan bunga mulai berdatangan di Balai Kota. Jumlahnya semakin hari semakin banyak. Hari ini, Rabu (26/4/2017), area terbuka Balai Kota DKI bahkan sudah tidak mampu lagi menampung karangan bunga itu.

Akhirnya, karangan bunga untuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahokdan Djarot Saiful Hidayat itu diletakkan di sepanjang trotoar dan juga di taman Jalan Medan Merdeka Selatan. Sebenarnya, berapa jumlah semua karangan bunga itu?

Staf di pos sekretarian gubernur, Marwan, mengatakan sebenarnya belum ada data tetap terkait jumlah karangan bunga itu. Sebab, sampai saat ini karangan bunga masib terus bertambah.

"Tapi hari pertama itu setelah kami rekap, ada 250. Itu sampai pukul 17.00 WIB. Nah malamnya kan banyak yang datang lagi tuh, itu belum dihitung," ujar Marwan.

Dalam rentang waktu pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB, kata Marwan, dia sudah menerima sekitar 250 tambahan karangan bunga.

"Katakanlah yang malam itu 250 juga, berarti karangan bunganya sudah 750," ujar Marwan.

Marwan memastikan jumlah karangan bunga justru lebih banyak dari perkiraannya. Sebab, beberapa tukang bunga ada yang menyerahkan tanda terima ke pos penjaga yang ada di gerbang Balai Kota. Tanda terima yang ada di pos penjaga belum sempat dihitung.

"Kalau sudah dihitung semua, bisa 1.000 nih. Tapi kita belum sempat hitung karena datang terus bunganya," ujar Marwan.

Marwan mengatakan kebanyakan mereka yang mengirimkan bunga menggunakan atas nama pribadi. Ada juga yang mengatasnamakan komunitas atau kelompok arisan.

Awalnya, kata Marwan, Ahok memintanya untuk mencatat pengirim karangan bunga itu agar bisa dikirimkan ucapan terima kasih.

"Tapi kalau sudah begini ya bingung juga, sudah banyak banget," ujar Marwan. (Kompas.com)

Editor: dia
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help