TribunJabar/

Menikmati Resep Asli Tradisional Bakmi Jogja

Tak diragukan lagi, mi adalah makanan yang hampir disukai semua orang. Banyaknya penggemar mi membuat panganan ini banyak pula dikreasikan

Menikmati Resep Asli Tradisional Bakmi Jogja
tribunjabar/isa rian fadillah
Bakmi Jogja 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Tak diragukan lagi, mi adalah makanan yang hampir disukai semua orang. Banyaknya penggemar mi membuat panganan ini banyak pula dikreasikan. Di Indonesia saja, anda akan mendapati mi berbeda-beda di setiap daerah. Di Yogjakarta, panganan berbahan dasar mi yang terkenal adalah bakmi. Bakmi Yogjakarta dibuat dari mi yang dipadukan dengan suir ayam kampung, telur bebek, kol, dan tomat. Ada tiga pilihan menu bakmi, yaitu godog, nyemek, dan goreng. Bakmi godog mengandung kuah yang cukup melimpah. Kuahnya telah bercampur dengan telur bebek yang diorak-arik, suir ayam, sayur mayur, dan bumbu rempah. Tak jauh berbeda dengan bakmi godog, bakmi nyemek pun masih terdapat kuah. Bedanya, nyemek memiliki kuah yang lebih sedikit. Mi di menu nyemek tidak kering tapi tidak pula terendam kuah. Mi bertekstur basah. Sedangkan bakmi goreng sama sekali tak berkuah. Tekstur mi cukup kering dan cenderung berwarna gelap.

Warga Bandung dan sekitarnya cukup mampir ke kedai Bakmi Jogja di Jalan Riau No 183 untuk bisa menyantap bakmi yang cita rasanya masih tradisional. Bukan saja makanan yang masih orisinal. Suasana tempat seperti kursi, meja, interior ruangan, dan alunan musik gamelan menghadirkan nuansa Yogjakarta tradisional yang amat kental.

"Bakmi di sini resep makanannya masih asli tradisional Yogjakarta, belum ada perubahan," ujar karyawan Bakmi Jogja Hari Christiawan di lokasi, beberapa waktu lalu. Keaslian bakmi di sini tak hanya bisa dirasakan pada makanannya. Cara memasak bakmi pun masih menggunakan bara api dari arang.

Bakmi Jogja
Bakmi Jogja (tribunjabar/isa rian fadillah)

Bahan baku seperti mi diproduksi sendiri. Agar menghasilkan rasa yang pas, rempah-rempah pun dipilih secara selektif.

Menu bakmi godog dan nyemek disajikan di piring biasa supaya bisa menampung kuah. Berbeda dengan bakmi goreng yang dilapisi daun pisang pada piringnya.

Bakmi Jogja sering dibanjiri pengunjung. Dalam sehari, sebanyak 300 porsi bakmi ludes terjual. Angka tersebut bisa bertambah di akhir pekan dan hari libur.

"Pernah kehabisan tempat kalau sore sampai malam di akhir pekan. Bahkan sampai waiting list, tapi mereka masih nunggu untuk bisa makan," ungkapnya.

Satu porsi bakmi bisa dinikmati dengan harga Rp 23 ribu.

Sensasi hangat terasa saat menyeruput kuah bakmi godog. Hangat diikuti dengan kuatnya sentuhan rasa rempah. Sensasi segar dan asamnya tomat pun segera terasa di lidah.

"Komentar pelanggan asli Yogja di sini seperti berada di rumah sendiri. Rasanya katanya sama dengan tempat bakmi favorit mereka di Yogja," ucapnya.

Di sini pengunjung pun bisa menikmati sajian tradisional lainnya seperti teh poci, wedang jahe, dan ronde.

Bakmi Jogja bisa dikunjungi setiap hari kecuali Senin mulai pukul 11.00 sampai 21.00. (ee)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help