TribunJabar/

Jelajah Providentia untuk Para Pencinta Sejarah di Bandung

Setelah menjelajahi beberapa bangunan bersejarah di Bandung seperti Isola, Boscha, dan Katedral beberapa waktu lalu

Jelajah Providentia untuk Para Pencinta Sejarah di Bandung
tribunjabar/isa rian fadillah
Suster senior Providentia Paulina Gani (beruban) berfoto bersama Heritage Lovers di Providentia Jalan Anggrek No 60 Bandung, Sabtu (22/4) 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Setelah menjelajahi beberapa bangunan bersejarah di Bandung seperti Isola, Boscha, dan Katedral beberapa waktu lalu, sebuah komunitas pencinta sejarah yang beranggotakan para wanita, Heritage Lovers, menjajal bangunan bersejarah lainnya yakni Providentia di Jalan Anggrek No 60 Bandung, Sabtu (22/4/2017). Providentia adalah sebuah asrama wanita yang didirikan pada 1932 dan pernah dijadikan kamp interniran pada zamam penjajahan Jepang. Bangunan bersejarah tersebut terdiri dari asramawati, biara, dan SMP Santa Ursula.

Semangat Kartini ditunjukkan oleh para anggota Heritage Lovers yang mempersembahkan kegiatan Jelajah Providentia untuk para pencinta sejarah di Bandung termasuk kaum pria. Kegiatan tersebut disyukuri peserta pria lantaran di hari biasa Providentia hanya bisa dikunjungi oleh wanita.

Providentia menyimpan banyak cerita. Asramawati ini menjadi saksi bisu dari sejarah kelam kamp interniran Cihapit zaman Jepang. Ketika itu, sebanyak 14 ribu anak-anak dan wanita tinggal di kamp interniran Cihapit. Setiap rumah diisi oleh 20-25 orang. Kamp terpadat di Hindia Belanda tersebut tersebar di Jalan Riau, Bengawan, Supratman, Ciliwung, dan Serayu.

Heritage Lovers merasa tak puas hanya menikmati Providentia dari luar. Banyak orang belum tahu apa yang ada di dalam bangunan bersejarah tersebut. "Banyak orang hanya bisa menikmati dari luar. Tapi susah akses ke dalam," ujar pengurus Heritage Lovers Malia Nur Alifa di sela kegiatan tersebut.

Sebelum menjelajahi setiap sudut bangunan Providentia, setiap peserta menyimak secara saksama penjelasan mengenai sejarah tempat tersebut dari suster senior Providentia
Paulina Gani (73).

Tribun berkesempatan memasuki beberapa ruangan termasuk hostel dan aula. Tempatnya begitu bersih baik di dalam maupun di luar ruangan. Jendela-jenela kayu, tangga besi, westafel, dan perabotan lainnya masih terjaga keasliannya. Di dalam aula berdiri sebuah piano tua yang masih terawat, bahkan masih berbunyi ketika ditekan tutsnya. Tepat di belakang asrama, terdapat taman luas yang dulunya pernah dijadikan tempat pendidikan suster.

Pada 26 April, Providentia genap berusia 85 tahun. Salah satu peserta Jelajah Providentia yang merupakan mantan penghuni asrama tersebut Dasawarsita mengatakan dirinya belum banyak melihat perubahan secara fisik di tempat tersebut yang disyukurinya.

"Perbedaannya, sekarang jumlah mahasiswa penghuni berkurang. Dulu semua mahasiswi, hostel buat siswi SMA. Sebagian besar bangunan dan ruangan dalam masih sama, fungsinya masih tetap," ujarnya yang menjadi bagian Providentia ketika masih kuliah pada tahun 1984-1989.

Meskipun para penghuni Providentia diasuh oleh beberapa suster Katolik, asrama ini menerima seluruh pelajar wanita dari berbagai kalangan dan agama. Dasawarsita mengalami
indahnya keberagaman dan perbedaan yang menyatu di tempat tersebut.

"Saya salutnya dengan asrama ini adalah menerima semua agama, tidak mematok harus Katolik. Keragaman dan perbedaan itu menyatu di sini. Kita merasa aman karena berbagai suku kumpul di sini," ungkapnya.

Sejak tahun 1973 hingga kini Providentia dikelola oleh Komunitas Anggrek.

"Setelah berkeliling, ternyata di sini bangunannya masih asli semua. Cuma yang sudah diganti lantai, tadi saya ke atas. Di atas masih asli dan terjaga, satu hal yang patut diacungi jempol, asramawati Providentia ini sangat bersih," kata Malia.

Setelah mengunjungi Providentia, rombongan bergerak menuju SMP Santa Ursula yang lebih dulu didirikan yakni pada tahun 1928. Hingga kini, bangunan sekolah tersebut masih terjaga. (ee)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help