TribunJabar/

Peringati Hari Kartini, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Akui Masih Belum Ada Kesejajaran

Rumah Keluarga Indonesia (RKI) DPC PKS Arcamanik menggelar peringatan hari Kartini dengan mengundang puluhan ibu-ibu

Peringati Hari Kartini, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Akui Masih Belum Ada Kesejajaran
Tribunjabar/muhamad nandri
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Haru Suandharu saat menghadiri kegiatan dari rumah kelurga Indonesia, dalam peringatan Hari Kartini, di Arcamanik, Minggu (23/4/2017) 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Rumah Keluarga Indonesia (RKI) DPC PKS Arcamanik menggelar peringatan hari Kartini dengan mengundang puluhan ibu-ibu atau kaum wanita yang ada di Arcamanik, Minggu (23/4/2017).

Sejumlah kaum ibu melakukan kegiatan jalan sehat terlebih dahulu mulai kelurahannya masing-masing menuju lokasi, yakni Ruko Amalia, Jalan Arcamanik Endah, guna mengikuti senam sehat dan penyuluhan, sekaligus pemberian doorprize. Wakil Ketua DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS, Haru Suandharu pun turut hadir dalam kegiatan ini. Haru pun mengucapkan selamat hari Kartini pada seluruh wanita di Indonesia.

"Acara ini sangat baik. Bukan hanya sekedar seremoni tetapi dapat memberikan manfaat secara langsung pada masyarakat, seperti kesehatan, serta pembagian hadiah," kata Haru di lokasi.

Peringatan hari Kartini, lanjut Haru, identik dengan sifatnya emansipasi wanita. Ia juga mengungkapkan, emansipasi wanita di Kota Bandung, masih terasa belum terealisasi dengan baik, padahal sebenarnya kata Haru, masalah kesejajaran wanita dan pria itu harus tuntas di tataran konstitusi, sehingga tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

"Yang membedakan wanita dan laki-laki itu kan hanya masalah tugas. Jadi harus ada pembagian tugas. Jika diibaratkan mesti seperti dalam sepak bola, mesti sejajar menjadi pemain namun miliki fungsi berbeda, masa semua sama-sama penyerang ? Kan gak mungkin, Maka perlu ada pembagian di antara keduanya," jelas Haru.

Untuk di rumah tangga, Haru juga menyebut itu merupakan menjadi tugas suami dan istri, dengan tetap laki-laki menjadi kepala rumah tangga. "Intinya, sangat memungkinkan sosok perempuan menjadi profesional, seperti legislatif, wali kota atau gubernur, tinggal siapa perempuannya, apakah sudah memungkinkan atau belum," ucapnya.

Sejauh ini, untuk di DPRD Kota Bandung saja, anggota dewan perempuan masih kurang, namun ia menegaskan bahwa partainya yaitu PKS dalam dua periode selalu memasukan calon anggota dewan perempuan.

"Jadi, tinggal sekarang bagaimana peran perempuan bisa terkomunikasikan bahwa politik itu adalah alat perjuangan, guna menyuarakan aspirasi kaum wanita," tegas dia seraya mengaku bahwa kaum wanita belum mendapatkan hak yang sama, seperti perlindungan, peluang yang sama, dan kepercayaan. (ff)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help