TribunJabar/

Tonton Rekaman Pengakuan Bomber, Daiyah Fatayat NU Gelengkan Kepala

Daiyah Fatayat NU menonton rekaman pengakuan pelaku bom bunuh diri Hotel JW Marriot pada 2009

Tonton Rekaman Pengakuan Bomber, Daiyah Fatayat NU Gelengkan Kepala
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, menjadi narasumber dalam acara sarasehan pencegahan paham radikalisme dan terorisme di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (21/4/2017). Acara itu diikuti ratusan wanita yang tergabung dalam Fatayat NU. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Daiyah Fatayat NU menonton rekaman pengakuan pelaku bom bunuh diri Hotel JW Marriot pada 2009 bersama Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (21/4/2017). Mereka menggelengkan kepala setelah mendengarkan pengakuan pelaku bom tersebut.

Suhardi menyebut, rekaman video itu direkam pembaiat pelaku bom bunuh diri seminggu sebelum ledakan terjadi. Dalam rekaman itu, pelaku bom bunuh diri terlihat seperti duduk di tengah sawah. Di belakang pelaku bom bunuh diri terdapat dua bangunan bertingkat yang merupakan Hotel JW Marriot.

Perekam video meminta tanggapan terhadap pelaku bom terkait dengan aksinya tersebut. Ia menanyakan apakah aksi yang akan dilakukannya itu ermasuk bunuh diri atau bukan. "Tidak itu bukan diri, bunuh diri itu orang yang putus asa. Saya mengharap Surga Allah," kata pelaku bom bunuh diri.

Ratusan daiyah Fatayat NU langsung menggumam mendengar pernyataan pelaku bom bunuh diri. "Eh, eh," kata daiyah serentak.

Tak sekali, daiyah kembali megepresikan hal serupa ketika pelaku bom bunuh diri menyatakan akan menjemput bidadari dengan melakukan aksinya itu. "Eh, eh," kata daiyah sembari geleng-geleng.

"Ada rasa takut?" tanya Suhardi. "Bayangkan hebatnya brainwash yang dilakukan," kata dia menambahkan.

Suhardi pun mengajak Fatayat NU menjadi filter di masyarakat agar tidak jadi sasaran paham radikalsime dan terorisme. Ia pun berharap, daiyah Fatayat NU bisa mengiseminasi paham-paham tersebut.

"Kami akan smapaikan ciri radikalsime agar ada bahan kepada fatayat menyampaikan ke masyarakat. Kegiatan ini strategis karena paham tidak bisa dibendung sendiri," kata Suhardi. (cis)

Penulis: cis
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help