Tangkis Efek Negatif Pilkada Jakarta, Golkar-Hanura Bentuk Poros Jabar

Poros Jabar ini dibentuk terbebas dari kepentingan elit politik, individu, ataupun kepentingan kelompok tertentu

Tangkis Efek Negatif Pilkada Jakarta, Golkar-Hanura Bentuk Poros Jabar
TRIBUN JABAR/M SYARIEF ABDUSSALAM
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (baju putih), Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat, Fitrun Fitriansyah (kanan) bersama jajaran Partai Hanura di Rakorda II Partai Hanura Jawa Barat di Savoy Homann, Jumat (21/4). 

BANDUNG, TRIBUN - Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pun hadir dalam Rakorda II Partai Hanura Jawa Barat di Savoy Homann, Jumat (21/4). Dalam kesempatan tersebut bersama Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat Fitrun Fitriansyah, Dedi mendeklarasikan pembentukan Poros Jabar.

Poros Jabar ini, katanya, dibentuk untuk menangkis dampak negatif Pilkada DKI Jakarta ke Jawa Barat. Poros Jabar ini dibentuk terbebas dari kepentingan elit politik, individu, ataupun kepentingan kelompok tertentu, yang mampu memecah-belah bangsa.

"Ini bukan tentang usung-mengusung. Saya dengan Fitrun diskusi persoalan Jabar. Kita pahami eskalasi Pilkada di Jakarta bisa berimplikasi luas. Seolah masyarakat terbelah jadi dua. Kalau dipelihara, ini jadi negatif di indonesia. Apalagi Jabar yang berbatasan dengan Jakarta," kata Dedi di sela kegiatan tersebut.

Menurut Dedi, pihaknya tidak ingin kepentingan elit politik dan kelompok tertentu ini memecah demokrasi di Indonesia. Poros Jabar, katanya, lebih mengutamakan suara masyarakat luas, dan konsentrasi terhadap pembangunan di Jawa Barat.

"Kita akan gulirkan Poros Jabar, kekuatan partai mandiri yang menyerap keinginan masyarakat Jabar, bukan elit, bukan perbenturan ideologi. Kita tidak mau diseret ke dalam konflik. Makanya, Hanura dan Golkar gulirkan Poros Jabar, koalisi antara Hanura dan Golkar," katanya.

Diperkirakan dalam waktu dekat, kata Dedi, PKB akan ikut bergabung dalam Poros Jabar, seusai pertemuan beberapa waktu lalu di Purwakarta. Dedi mengatakan terima kasihnya kepada Hanura yang mau menjadi partnernya bekerja sama dalam membentuk Poros Jabar.

Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat, Fitrun Fitriansyah, mengatakan Poros Jabar menghadirkan suasana baru dan nyaman dalam dunia perpolitikan di Jawa Barat menjelang Pilgub Jabar 2018. Namun secara komposisi, koalisi ini dinilai sudah cukup untuk mengusung calon gubernur dan wakilnya sendiri.

"Golkar 17 (kursi), kita (Hanura) 3. Sudah cukup," kata Fitrun menjabarkan bahwa persyaratan untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakilnya oleh dua partai ini sudah cukup, yakni total 20 kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat.

Partai Hanura menyatakan akan menjalani tahapan Pilgub Jabar ini sesuai mekanisme yang berlaku, dengan menyerap aspirasi dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Diharapkan Pilgub Jabar ini menjadi nilai positif bagi perkembangan demokrasi di Jawa Barat. (Sam)

Penulis: sam
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help