TribunJabar/

Sungai di Cibatu Keruh Penuh Lumpur Akibat Galian Pasir

Aktivitas galian pasir di Kecamatan Cibatu dan Pasawahan di sejumlah ruas Sungai Gurudug di Kabupaten Purwakarta

Sungai di Cibatu Keruh Penuh Lumpur Akibat Galian Pasir
tribunjabar/mega nugraha
Warga Desa Gurudug kecamatan pasawahan Kabupaten Purwakarta di Sungai Gurudug yang kotor, Rabu (19/4). 

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Aktivitas galian pasir di Kecamatan Cibatu dan Pasawahan di sejumlah ruas Sungai Gurudug di Kabupaten Purwakarta membuat air sungai kotor dan dangkal. Pantauan Tribun di Desa Wanawali Kecamatan Cibatu dan Desa Gurudug Kecamatan Pasawah, air sungai berwarna kecoklatan. Selain itu, sungai pun dangkal.

Sejumlah warga di Desa Gurudug menyebut air sungai dangkal karena membawa lumpur pasir dari galian pasir tidak jauh dari desa itu.

"Sungai ini kotor karena ada galian pasir dan pasirnya terbawa ke sungai jadi Sungai Gurudug ini selalu kotor," ujar Muhidin (45) petani penggarap di Desa Gurudug saat ditemui di pinggiran sungai, Rabu (19/4).

Sehingga, setiap hari aliran sungai selalu kotor. Padahal, desa itu sendiri berada di dataran tinggi dan menurutnya, seharusnya aliran sungai daerah ketinggian bisa jernih.

"Dulu mah memang jernih cuma setelah ada pencucian pasir di galian pasir air sungai jadi kotor," kata dia.

Warga lainnya, Kurnia (47) mengatakan sejauh ini aparat pemerintahan desa sudah sempat menegur pemilik galian pasir agar tidak mencuci pasir atau memilah batu kerikil di pasir tidak di dekat sungai.

"Jadi air sungai kotor ini karena setelah ditambang, pasir dan batu harus dipisahkan sebutannya dicuci, nah bekas cuciannya ini masuk ke sungai. Dulu sudah diperingatkan tapi tetap saja tidak digubris," kata Kurnia.

Sungai itu berhulu di kawasan kaki Gunung Burangrang atau di Kecamatan Wanayasa. Lebar sungai sekitar enam meter dan bermuara di Sungai Cikao yang merupakan anak Sungai Citarum.

"Jadi kalau kondisinya begini, sungai jadi dangkal, tidak hanya Sungai Gurudug saja, tapi juga Sungai Cikao karena lumpur dari Sungai Gurudug ini terbawa ke Sungai Cikao," ujar Kurnia.

Sunandar (50) beserta kedua warga lainnya mendesak agar Pemkab Purwakarta bisa menindak pemilik galian pasir tersebut agar air sungai bisa dimanfaatkan warga.

"Harapannya ditertibkan supaya air sungai tidak kotor. Kalau sama aparat desa mah enggak mempan," katanya.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Purwakarta Aulia Pamungkas belum mendapat laporan.

"Nanti kami cek karena belum ada laporan. Tapi yang pasti, saat ini ada tumpang tindih kewenangan soal penertiban galian pasir," katanya.

Pasalnya, urusan pertambangan saat ini dilimpahkan kewenangannya ke Pemprov Jabar. "Itu yang jadi kendala, sekarang izin pertambangannya kan ke Pemprov Jabar, penindakannya harus oleh Satpol PP Jabar. Tapi nanti kami cek," katanya. (men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help