Home »

Techno

» Apps

Startup Harus Bangun Ekosistem Global

Global Ventures Summit 2017 digelar di Nusa Dua Bali sejak tanggal 19 hingga 21 April 2017. Di ajang ini, hadir penggiat start up

Startup Harus Bangun Ekosistem Global
istimewa
Managing Director Indigo.id Ery Punta Hendraswara (kanan) tengah berbincang dengana salah satu binaannya di sela-sela Global Venture Summit di Bali, 19-21 April. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID- Global Ventures Summit 2017 digelar di Nusa Dua Bali sejak tanggal 19 hingga 21 April 2017. Di ajang ini, hadir penggiat start up, serta venture capital dan injektor sosial. Indigo.id sebagai inkubator starup mendorong dan memfasilitasi binaannya untuk ikut dalam perhelatan yang menghadirkan lebih dari 25 venture capital, beberapa dari Silicon Valley serta lebih dari 50 angels (injektor sosial) internasional dan ratusan perusahan teknologi informasi komunikasi (TIK) ini.
Bertemakan "The #1 Event Focused on Empowering Scalable Technologies in High Growth Markets", Global Ventures Summit 2017 ini diproyeksikan sebagai ajang kolaborasi bisnis terbaik dengan melibatkan para pemangku kepentingan.

Ery Punta Hendraswara, Managing Director Indigo.id mengatakan, 10 rintisan usaha digital (startup) binaannya yakni Sonar, Goers, Amtiss, Minutes, Forstok, Privyid, Kofera, Kartoo, Payfazz, dan Jasa Connect, didorong untuk mengikuti acara yang mempertemukan ventures capital global dengan startup. Hal ini untuk mendorong binaanya memperoleh wawasan, jejaring bisnis, bahkan kesempatan memperoleh akses permodalan dari venture capital baik regional maupun global.

"Di Global Ventures Summit ini kami libatkan mereka sebagai pengisi acara dalam Indigo Demo Day. Kami buka mereka untuk akses ke global ventures, termasuk permodalan. Tak ada inkubator dan akselerator yang sefleksibel Indigo.id," katanya dalam rilis yang diterima Tribun, Jumat (21/4/2017).

Menurutnya, sangat penting binaannya dilibatkan dalam even tersebut. Karena startul juga harus dapat membangun ekosistem bagi binaan Indigo.id. Hal itu dikarenakan kultur wirausaha di negara ini baru tumbuh satu dekade belakangan, atau jauh dari kultur di India dan Tiongkok.

Terkait ajang ini, katanya, dari Silicon Valley, venture capital yang hadir antara lain Christine Herron (Managing Director Intel Capital), Bill Reichert (Managing Director Garage Ventures), Andrew Romans (General Partner Rubicon VC), Richard Jun (Managing Director BAM Ventures), Pravan Malhotra (IMF Venture Capital), dst.

Sementara dari tanah air, mereka yang akan mengisi sesi presentasi diskusi antara lain Nicko Widjaja (CEO MDI Ventures), Andy Zain (Managing Partner Kejora Ventures), Ninou Sarwono (Capital Group Companies Emerging Technology Lead).Selain itu, hadir pula Hari Sungkari (Deputi Infrastruktur BEKRAF), Fadjar Hutomo (Deputi Akses Finansial BEKRAF), Aulia Halimatussadiah (Chief Content Officer Zetta Media), dan seterusnya.

Sebelum kegiatan ini, akses global diberikan dalam banyak kesempatan, terutama dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, Indigo.id menjadi satu-satunya inkubator start up dalam pameran teknologi informasi komunikasi (TIK) terbesar di Eropa, CEBIT, Jerman, 20-24 Maret 2017.

Indigo.id kala itu masuk dalam 13 eksibitor dari pelaku bisnis TIK tanah air yang tergabung paviliun Archipelageek hasil kerjasama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). CEBIT 2017 bertemakan "Digital Business, DiConomy" yang diikuti lebih dari 3000 eksibitor serta pembicara global mulai dari Edward Snowden sampai dengan Robot pintar Pepper. Diproyeksikan, pengunjung kala itu datang dari sekitar 100 negara seluruh dunia.

"Relasi global ini terus dijalin Indigo.id guna memberikan kemudahan binaan menembus pasar lebih luas," katanya.

Sebelum CEBIT 2017, katanya, upaya serupa dilakukan antara lain menjalin aliensi strategis internal dengan PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) untuk disosialisasikan pada empat benua di dunia.
Bahkab sebelumnya juga dilakukan Indigo.id dengan inkubator sejenis asal Malaysia, MAGIC (Malaysia Global Innovation and Creative Center), pada 30 November 2016 lalu. Selain MAGIC, Indigo.id dengan konsep serupa bekerjasama pula dengan SVA Technology Alliance yang menyambungkan startup khusus kawasan Asia Tenggara dengan jejaring startup global langsung di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Program spirit global ini sebelumnya diterapkan dalam program Indigo Immersion pada 9-16 April 2016 lalu, yang mana tiga binaan Indigo (Amtiss, Kakatu, dan Goers) bertemu startup mendunia seperti Uber, Facebook, Apple dan Google, dan juga venture capital ternama, Kleiner Perkins Caufield & Byers (KPCB). (tif)

Penulis: tif
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help