TribunJabar/

Abah Tarsa Hidup Prihatin, Dedi Mulyadi: Ini Masalah Pertanahan di Perkotaan

Ketua Umum DPD Golkar, Dedi Mulyadi menyambangi kediaman kakek renta bernama Abah Tarsa yang kondisi fisiknya mengkhawatirkan

Abah Tarsa Hidup Prihatin, Dedi Mulyadi: Ini Masalah Pertanahan di Perkotaan
tribunjabar/muhamad nandri
abah tarsa 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ketua Umum DPD Golkar, Dedi Mulyadi menyambangi kediaman kakek renta bernama Abah Tarsa yang kondisi fisiknya mengkhawatirkan, dengan leher kepala kondisi miring ke kiri, Jumat (21/4/2017), di kawasan Jalan Perumahan Sweet Antapani Regency, Kelurahan Antapani Kulon, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, tepatnya di belakang SMPN 49.

Abah Tarsa (82) hidup dalam kemiskinan ditambah kondisi fisik yang telah dia derita selama puluhan tahun. Abah Tarsa pun menjelaskan terkait sakitnya itu. Menurutnya, dia sempat awalnya merasakan lehernya tiba-tiba kesemutan, hingga lama-kelamaan membuat kepalanya terjadi perubahan miring ke kiri.

"Abah sudah pernah berobat kemana saja. Tapi enggak ada yang bisa menyembuhkan," ucapnya saat ditemui di lokasi ketika Dedi Mulyadi pun ikut menyambanginya.

Abah Tarsa bertempat tinggal di sebuah gubuk bersama hewan peliharaan para tetangga, dengan kondisi gubuk berada di tengah-tengah ilalang dan ironis berada di kawasan perumahan mewah.

"Ya memang ini tanah milik pengembang, namun tentu saya sudah izin ke pemilik," katanya di gubuk berukuran 2x3 meter tanpa adanya aliran listrik dan kamar mandi

Ketua Umum DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi pun sempat disela kunjungannya memberikan tanggapan terkait fenomena yang terjadi di Kota Bandung ini. Menurut Dedi, fenomena Abah Tarsa merupakan bagian dari kultur pedesaan yang tidak siap untuk hidup gaya perkotaan.

"Abah ini kelahiran tahun 40an sehingga dia perlu habitat dan inilah habitat abah Tarsa, ada domba, ayam, tanaman singkong, kebun pisang, dan lainnya. Hanya kini tinggal perlu dipikirkan terkait kelayakan tempat tinggalnya dan mesti dicarikan solusinya," kata Dedi di lokasi.

Dedi menyebut dirinya telah menghubungi kuasa pemilik tanah untuk memperbaiki kediamannya abah Tarsa. Dengan dirinya akan membanu dari segi menyewa tanah bangunannya itu.

"Ini problem pertanahan perkotaan. Jadi di perkotaan secara umum rakyat gak punya tanah. Dan ini juga termasuk problem kemiskinan perkotaan, nah sedangkan habitat hidup abah Tarsa gak bisa tinggal dan beli rumah susun. Tapi, dia sangat bahagia di sini," ujarnya. (ff)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help