TribunJabar/

Warga Gembira Bisa Berobat di Gerbong Klinik

Kereta dua gerbong yang bagian dalamnya dimodifikasi menjadi tempat orang berobat dan mendapatkan nasihat kesehatan dari dokter itu hanya hadir sehari

Warga Gembira Bisa Berobat di Gerbong Klinik
tribunjabar/dian nugraha ramdani
Kepala PT KAI Daop 2 Bandung, Saridal (tengah) saat meninjau pengobatan gratis yang berlangsung di Rail Clinic, di Stasiun Cianjur, Kelurahan Sayang, Kecamatan/ Kabupaten Cianjur, Kamis (20/4/2017). 

CIANJUR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ratusan warga di sekitar stasiun Cianjur berobat gratis di Rail Clinic atau kereta klinik yang disediakan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Kamis (20/4/2017).

Kereta dua gerbong yang bagian dalamnya dimodifikasi menjadi tempat orang berobat dan mendapatkan nasihat kesehatan dari dokter itu hanya hadir sehari.

Di dalam Rail Clinic, warga dapat mendatangi labolatorium mini, klinik kesehatan umum, klinik kesehatan gigi, klinik kesehatan mata, klinik kesehatan ibu dan anak, Ultrasonografi Medis (USG), Ekeltrokardiografi (EKG), dan Apotek.

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan Rail Clinic merupakan bagian dari bakti sosial yang dilakukan PT KAI kepada masyarakat di Cianjur. Bakti sosial ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan.

"Di kesempatan yang sama kami juga memberikan bantuan berupa dana untuk fasilitas pendidikan di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Flamboyan di Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur, serta bantuan kacamata bagi 29 siswa SD di Cianjur," ujarnya di Stasiun Cianjur.

Menurut Joni, kereta klinik itu didatangkan karena sebelumnya ada permintaan dari masyarakat di bantaran rel kereta di Cianjur. Meski, gerbong klinik kemarin hanya beroperasi di Stasiun Cianjur. \'Ini (kereta klinik) akan berkelanjutan. Sebelumnya kami juga pernah menggelar pengobatan serupa di Tasikmalaya. Kereta ini akan terus mobile, dari satu daerah ke daerah lain di Jawa Barat,\' ujarnya.

Iis Sumiyati (40), warga Kampung Pataruman RT01/11 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur mengaku gembira bisa membawa anaknya Handarwan (2) berobat di gerbong klinik.

"Kata dokter, pengobatannya harus diteruskan. Anak saya terkena penyakit paru-paru penuh lendir, tapi pengobatannya sempat terhenti karena saya tidak punya biaya," ujarnya saat hendak mengambil obat di apotek Rail Clinic.

‎Selain Rail Clinic, ratusan siswa SDN Ibu Jenab II, SDN Ibu Jenab IV dan SDN Sayang III yang hadir di Stasiun Cianjur diberi penyuluhan tentang kesehatan gigi, dipandu dokter gigi, Drg. Raden Rahayu Mayasari. (ram)

Penulis: ram
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help