Warga Purwakarta Dikabarkan Akan ke Jakarta Saat Pilgub, Kapolres Koordinasi Bersama Tokoh

Polres Purwakarta turut mengamankan jalannya Pilkada DKI Jakarta, menyusul adanya warga Purwakarta yang akan datang ke ibu kota

Warga Purwakarta Dikabarkan Akan ke Jakarta Saat Pilgub, Kapolres Koordinasi Bersama Tokoh
tribunjabar/mega nugraha
Kapolres Purwakarta AKBH Hanny Hidayat saat gelar patroli di Bendungan Ir H Juanda bersama Kasatpol Air Polres Purwakarta AKP Febryanto dan Wakapolres Kompol Mikranudin serta Direktur Pengelolaan Air PJT II, Jumat (30/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Polres Purwakarta turut mengamankan jalannya Pilkada DKI Jakarta, menyusul adanya warga Purwakarta yang akan datang ke ibu kota saat pencoblosan Pilgub DKI Jakarta, Rabu (19/4/2017).

"Bapak Kapolda Jabar sudah mengeluarkan Maklumat tentang larangan melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban umum jelang Pilkada DKI Jakarta. Kami dari Polres Purwakarta menindaklanjutinya dengan berkoordinasi ke sejumlah tokoh agama, ormas keagamaan di Purwakarta," ujar Kapolres Purwakarta Hanny Hidayat di Mapolres Purwakarta, Senin (17/4).

Salah satunya, dengan menguatkan silaturahmi yang telah terjalin bersama para ulama di wilayah hukum Polres Purwakarta agar mereka bisa meredam dan mengimbau masyarakat untuk tidak berangkat ke Jakarta dan menjaga kondusivitas wilayah.

"Komunikasi dan koordinasi di Purwakarta akan kami tingkatkan terus karena ulama juga dapat berperan membantu polisi dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat," katanya.

Ia juga meminta warga Purwakarta yang hendak ke Jakarta untuk berpikir rasional ihwal kedatangannya di momen politik itu.
Dalam pelaksanaan Pilkada, kata dia, warga harus menyerahkan sepenuhnya kepada KPU dan Banwaslu DKI Jakarta, sementara untuk urusan keamanan percayakan kepada petugas keamanan negara dari Polri dan TNI.

"Saya sampaikan agar tidak mengirimkan massa dengan jumlah besar untuk mengikuti aksi unjuk rasa di DKI Jakarta, karena akan berpotensi menimbulkan konflik dan gangguan keamanan serta ketertiban umum," kata Kapolres.

Ia juga mewanti-wanti, sesuai maklumat,warga yang berangkat diancam sanksi pidana yakni pasal 169 ayat 2 KUHP yaitu dipidana 9 bulan. Lalu apabila menghasut atau memprovokasi dengan lisan atau tulisan supaya melakukan sesuatu perbuatan yang melanggar hukum, dapat dikenakan pasal 160 KUHP dengan sanksi hukuman penjara selama-lamanya 6 tahun.

"Lebih baik melakukan aksi bermanfaat di Purwakarta. Tolong pikirkan kembali untung ruginya masyarakat Purwakarta kalau mengikuti aksi tersebut," ujarnya. (men)

Penulis: men
Editor: ddh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help