TribunJabar/

Tari Topeng yang Tercipta 4 Abad Lalu Akan Ditampilkan di Taman Budaya Jabar

Tari Topeng gaya Losari juga memiliki ciri yang berbeda dengan tari topeng gaya Cirebon lainnya, baik dilihat dari . . .

Tari Topeng yang Tercipta 4 Abad Lalu Akan Ditampilkan di Taman Budaya Jabar
kidnesia.grid.id
Tari Topeng Losari, berikut gerakan khasnya, galeyong. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat (BP Taman Budaya Jabar) kembali akan menggelar Aneka Ragam Seni Jawa Barat di Teater Tertutup BP Taman Budaya Jabar Jalan Bukit Dago Selatan 53A, Kota Bandung pada Selasa (18/4/2017) pukul 13.30 WIB. Seni yang akan ditampilkannya kali ini adalah Topeng Losari yang diciptakan sekitar 400 tahun yang lalu.

Sesuai dengan rilis yang diterima Tribunjabar.co.id, Senin (17/4), tari topeng dari Sanggar Seni Tari Topeng Purwa Kencana pimpinan Nani Dewi Sawitri Desa Astanalanggar Losari Kabupaten Cirebon itu diciptakan oleh Panembahan Losari atau Pangeran Losari atau Pangeran Angkawijaya sekitar 400 tahun yang lalu. Pada awalnya tarian ini diciptakan untuk menyebarkan agama Islam.

Dalam penyajiannya Topeng Losari mengedepankan penokohan dari cerita Panji, berbeda dengan tari topeng dari wilayah Cirebon lainnya yang lebih mengedepankan watak perkembangan sifat manusia yang menjurus ke nilai filosofis.

Tari Topeng gaya Losari juga memiliki ciri yang berbeda dengan tari topeng gaya Cirebon lainnya, baik dilihat dari latar belakang, penokohan, koreografi, tata busana, wanda kedok, musik maupun tata cara penyajian. Tiga gerak yang menjadi ciri khas yang menarik dalam gaya Losari adalah gerak Galeyong, Pasang Naga Seser atau kuda-kuda menyamping lebar menyerupai sikap Kathakali di India, dan sikap Gantung Kaki yang mirip sekali dengan kaki patung Dewa Siwa sebagai Nataraja dari India yang mengharuskan penarinya memperlihatkan telapak kakinya ke samping.

Saat ini yang menarikan Tari Topeng Losari adalah Nur Anani M Irman atau sering dipanggil Nani Topeng Losari yang merupakan generasi ketujuh trah langsung penari Topeng Losari atau disebut juga Dalang Topeng Losari. Nani Topeng Losari adalah cucu dari Maestro Ibu Dewi Sawitri, Dalang Topeng dari Losari yang merupakan generasi keenam dari trah Topeng Losari.

Dalam membawakan tarianya, Nani selalu menutup matanya dan tidak pernah memperdulikan penonton apakah jumlahnya banyak atau sedikit karena bagi Tari Topeng Losari menari lebih ditujukan kepada berdoa untuk Tuhan, tubuh dan bumi.

Perlu diketahui bahwa pakem Tari Topeng Losari menjadikan kotak topeng dan nayaga sebagai pusat atau patokan energi, sebab Dalang Topeng Losari dari generasi ke generasi percaya sekali bahwa di antara gamelan ada sembilan Wali. Dalang-dalang Topeng di Cirebon percaya bahwa Tari Topeng berasal dari Wali yaitu salah satunya Sunan Kalijaga. Namun kemudian Topeng Losari disempurnakan oleh Raden Angka Wijaya atau Pangeran Losari. Oleh sebab Itu dalam pergelaran Topeng Losari, Dalang Topeng atau penari selalu atau lebih banyak menghadap ke arah kotak topeng dan nayaga ketika menari. 

Untuk lebih jelas dan detailnya, Anda bisa saksikan langsung di Teater Tertutup BP Taman Budaya Jabar Jalan Bukit Dago Selatan 53A, Kota Bandung pada Selasa (18/4). (*)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help