TribunJabar/

Warga Pelosok Purwakarta Ini Inisiatif Buka Akses Jalan ke Tempat

Sejumlah warga di Desa Gunung Karung Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta setahun terakhir berjibaku membuat . . .

Warga Pelosok Purwakarta Ini Inisiatif Buka Akses Jalan ke Tempat
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Warga di Desa Gunung Karung Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta setahun terakhir berjibaku membuat jalan setapak dengan membuka semak belukar sepanjang kurang lebih 1 km, Minggu (16/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejumlah warga di Desa Gunung Karung Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta setahun terakhir berjibaku membuat jalan setapak dengan membuka semak belukar sepanjang kurang lebih 1 km.

Pasalnya, di ujung jalan setapak itu terdapat curug kecil bernama Curug Jompong dengan tinggi kurang dari 50 km. Curug itu sebenarnya sudah ada sejak lama namun setelah jalan beton melintasi desa itu, banyak para penjelajah yang mengekplorasi kawasan itu. Sehingga, ditemukanlah curug kecil itu.

Desa itu berada di jalur lingkar barat Purwakarta, membentang dari Purwakarta kota hingga Kecamatan Maniis di perbatasan dengan Kabupaten Cianjur sepanjang 50-an kilometer.

"Dulu cuma orang-orang sini saja yang tahu tempat ini, tapi setelah pak Dedi (Bupati Purwakarta) bikin jalan ini, banyak para penjelajah datang ksini. Dan tempat ini jadi tujuan, meski tempatnya belum seberapa," ujar Rahmat (40) warga sekitar di kedai warungnya, Minggu (16/4).

Karenanya, ia bersama kerabat dan anaknya berinisiatif membuat jalan setapak dengan membuka semak-semak di pinggiran Sungai Cijompong.

"Karena jadi sering yang berkunjung kesini, sedangkan jalannya semak-semak. Akhirnya saya buka jalan saja sendiri sama kerabat-kerabat saya," ujar Rahmat.

Aliran Sungai Cijompong berhulu di pegunungan di Kabupaten Cianjur. Di hulunya, air digunakan petani untuk mengairi sawahnya. Saat musim tanam tepatnya saat membajak sawah, air sungai berwarna kecoklata karena membawa lumpur sawah.

Seperti halnya saat dipantau Tribun. Meski begitu, bebatuan besar di badan sungai jadi pemandangan yang menarik. Selain itu, di pinggiran sungai juga dirimbuni berbagai pepohononan rindang sehingga hawa terasa sejuk. Aliran sungai ini kemudin berakhir di Sungai Citarum kemudian bermuara di Bendungan Jatiluhur.

Selama ini, Rahmat dibantu salah satunya oleh saudaranya, Safarudin (46). Keduanya patungan untuk membuka jalur tersebut. Keduanya juga telah melaporkan tempat tersebut ke aparat desa untuk dikembangkan.

Halaman
12
Penulis: men
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help