TribunJabar/

Lonjakan Kunjungan Wisatawan ke Ciwidey Bisa Capai 100 Persen

Pengelola objek wisata kolam pemandian air panas Walini mengatakan lonjakan wisatawan akan . . .

Lonjakan Kunjungan Wisatawan ke Ciwidey Bisa Capai 100 Persen
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Illustrasi: kawah putih. Pengunjung memenuhi Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (15/7) siang. (foto: tribun jabar / Agung Yulianto) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

CIWIDEY, TRIBUNJABAR.CO.ID - Lonjakan kunjungan wisatawan kdalam libur panjang akhir pekan ini diprediksi akan melonjak dari 20-100 persen ke beberapa destinasi wisata di Bandung Selatan. Diprediksi titik puncak kunjungan wisatawan akan terjadi pada Sabtu (15/4/2017).

Marcelinus, Marketing Communicaton Glamping Lakeside, mengatakan saat long weekend seperti ini, kunjungan wisatawan bisa mencapai 3000-4000 pengunjung. "Kalau libur biasa, sekitar 2000-2500 pengunjung, tapi kalau long weekend bisa mencapai 100 persen," kata Marcelinus kepada Tribun, Jumat (14/4/2017).

Menurut Marcelinus, pengunjung yang datang tak hanya datang dari Bandung, tapi juga berasal dari kota-kota besar lainnya. "Markeitng kita di Jakarta, kita kebanyakan mengundang pengunjung dari luar kota," ucap Marcelinus.

Pihaknya pun telah menyiapkan berbagai wahana untuk menjamu tamu orang dewasa maupun anak-anak. "Kita ada promo hingga bulan Juli, kalau weekday menginap free barbeque, hutan pakis dan taman kelinci, tingkat huniannya sudah fiull kalau weekend" katanya.

Pengelola objek wisata kolam pemandian air panas Walini mengatakan lonjakan wisatawan akan mengalami kenaikan. Humas dan Informasi Kolam Renang Walini, Suherman Rubiana mengatakan kendati begitu, setiap tahuinnya terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan.

"Sekarang ada delapan lokasi wisata yang ada di Ciwidey yang menawarkan kolam air panas diantaranya Ciwidey Valley, Green Hill, Kampung Cai, Cimanggu, Walini dan BWL," kata Suherman kepada wartawan.

Sebelum bermunculan wana wisata yang menawarkan fasilitas serupa, Walini terbilang mudah mendapatkan pengunjung. Pasalnya, Walini tinggal membagi dua pengunjung dengan Cimanggu yang sama-sama menawarkan air panas.

"Supaya bertahan kami harus mempertahankan kualitas. Air yang ada di kami akan selalu bersih karena setiap hari dikuras dan kami tidak menerima pengunjung pada malam hari," ujarnya.

Menurut Herman, pengelola wisata yang banyak menawarkan pemandian air panas kurang kreatif sehingga dikhawatirkan akan membuat pengunjung jenuh. Karena wisatawan tidak mendapatkan banyak pilihan dan nilai tambah.

"Beda dengan Cipanas Garut, disana ada tempat penginapan dan restorannya. Makanya, kami pun berencana untuk mengembangkan bisnis baru yang akan mulai digarap 2018 mendatang," katanya.(dam)

Penulis: Yudha Maulana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help