TribunJabar/

Tak Boleh Disentuh, Cerita Para Pramusaji Hotters Menangkis Pengunjung ''Nakal''

Hooters, restoran berkonsep sport bar yang ternama di negeri Paman Sam baru saja membuka gerainya di Jakarta akhir Maret lalu.

Tak Boleh Disentuh, Cerita Para Pramusaji Hotters Menangkis Pengunjung ''Nakal''
kompas.com
Hooters girls sebagai icon Hooters restoran.(BES) 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Hooters, restoran berkonsep sport bar yang ternama di negeri Paman Sam baru saja membuka gerainya di Jakarta akhir Maret lalu.

Salah satu ciri khas Hooters adalah Hooters girls, yatu pramusaji dengan pakaian seragam tank top putih bertuliskan Hooters dan hot pants berwarna oranye.

Di Amerika, tak sedikit para wanita muda yang berlomba-lomba menjadi Hooters girls. Karena Hooters girls bukan hanya pramusaji, tapi juga menjadi ikon Hooters tersebut.

Menurut Sherry Suradji, General Manager Hooters Jakarta, tak banyak syarat untuk bergabung sebagai Hooters girls, yang penting personalitinya harus positif mindset dan punya kemampuan berbahasa Inggris.

“Secara fisik tingginya minimum harus 158 cm, bertubuh ideal, dan cocok memakai seragan Hooters girls. Untuk bahasa Inggris enggak harus fasih, nanti kan seiring waktu akan makin terbiasa,” jelas Sherry.

Menariknya lagi, setelah diterima sebagai Hooters girls, mereka akan dikirim ke Bangkok untuk mendapat pelatihan selama satu setengah bulan sampai dua bulan dari kantor pusat Hooters Asia Tenggara.

Selama di Bangkok, para Hooters girls mendapat berbagai pelatihan terkait how to be Hooters girls, mulai dari body languagenya, standard servicenya, dan product knowledge.

“Di sana mereka juga latihan dancing dari senior-senior Hooters girls di Bangkok. Ada juga video YouTube untuk berlatih di rumah. Setelah itu, biasanya saya minta mereka dancing di depan saya, apakah gerakan dan ekspresinya sudah oke,” papar Sherry.

Salah seorang Hooters girls bernama Tika, mengaku senang saat dirinya diterima sebagai Hooters girls Jakarta dan dikirim pelatihan ke Bangkok selama dua bulan. Apalagi, semua transportasi dan akomodasi ditanggung oleh Hooters Jakarta.

“Di Bangkok, kita juga terjun langsung di resto melayani pengunjung. Jadi, enggak cuma latihan mengenal produk dan bagaimana menjadi Hooters girls, tapi juga belajar menghadapi pengunjung yang “nakal”,” ungkap Tika.

Menurut Tika, yang membuatnya merasa nyaman dan aman meski memakai tank top dan hot pants adalah, karena manajemen Hooters sangat menjaga para Hooters girls.

Pengunjung yang berusaha “nakal” hingga berani menyentuh Hooters girls akan langsung diusir dari Hooters.

“Hooters girls itu kan bukan sekedar pramusaji, tapi juga ikon. Jadi, tidak boleh disentuh sama sekali,” papar Tika.

Sherry menambahkan, hingga saat ini Hooters Jakarta masih mencari Hooters girls dengan syarat berusia 20-27 tahun. Walk-in interview dibuka setiap hari di Hooters Jakarta, Kemang Raya, Jakarta.(*)

Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help